Pages

Tampilkan postingan dengan label My Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Trip. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Ciwidey Trip



Kali ini saya mau cerita kisah perjalanan saya dan suami di pertengahan Juni lalu..hehe so latepost yaa. Weekend di pertengahan Juni lalu saya dan suami menghadiri event pernikahan teman kami di Bandung. Mumpung ada acara di Bandung, sekalian aja kami rencanakan jalan-jalan. Soal jalan-jalan kemananya, saya yang mengusulkan Kawah Putih, hihhi dari dulu kepengen ke Kawah Putih dan belum kesampean, makanya saya langsung aja minta ke Kawah Putih. Jadi sepakatlah kami ke Kawah Putih, dan kalau masih ada waktu, kami mau sekalian ke Danau Situpatenggang.

Berawal jalan-jalan sore dan makan malam di Cihampelas Walk Shopping Mall nyari sepatu buat si mister suami, lanjut kondangan keesokan paginya sampe siang, lanjut jalan-jalan sore dan makan malem lagi di Ciwalk, sampailah juga minggu pagi, waktu bagi kami memulai Ciwidey Trip. Ohya kami jalan-jalan ke Ciwidey pake jasa paket wisata dari X-Trans Bandung. Dan kalau berdasarkan review yg kami baca biasanya sekitar 4 penumpang dalam satu mobil. Eh ternyata sodara-sodara, penumpangnya cuman kami berdua. Jadi, kami ke Ciwidey bareng akang driver yang sekalian bawa dua anaknya yg masih kecil.

Perjalanan ke Ciwidey lumayan macet, maklum weekend. Kami sampai Kawah Putih tepat jam makan siang. jadinya kami makan siang dulu deh di tempat makannya MT Highland Resort yang terletak di seberang pintu masuk Kawah Putih.


Selesai makan siang kami berdua menuju loket di pintu masuk Kawah Putih untuk membayar tiket masuk dan tiket angkutan wisata yang telah disediakan. Bentuk angkutannya seperti mikrolet angkutan kota, ada juga yang seperti mobil odong-odong. Naik angkutan tersebut untuk naik ke lokasi Kawah Putihnya lumayan jauh lho. Sesampai di Kawah Putihnya, wow rameeee..banyak banget pengunjungnya.

Trus bagaimana view disana? hmmm langsung saja saya bilang baguuussss. Unik banget. Terhampar pasir dengan batu-batu kerikil berwarna putih dan kawah yang berisi air berwarna biru terang dan putih. Pokoknya indah banget, membuat saya semakin mengagumi akan kebesaran Alloh swt. Apalagi kesana bareng suami, hmmm betapa nikmat Alloh tak bisa didustakan yaaa.




Waktu yang kami habiskan di Kawah Putih palingan satu jam, maklum saya sudah agak mual karena terlalu lama menghirup belerang. Kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Danau Situ Patenggang (Patengan). Sesampai disana kami hanya bisa melihat-lihat sekilas dan potopoto. Andai waktu kami banyak, kami pasti naik bebek-bebekan di danau..hihihhi. Ohya di sekitar danau rame yang jualan lho...kami aja beli gorengan untuk camilan.


Sebenernya belum puas di danau Situ Patenggang, tapi waktu sudah sore. Kami harus segera pulang menuju Bandung untuk mengejar jadwal kepulangan kami ke Jakarta. Tapi...jalanan yang dilewati ke atau dari Danau Situ Patenggang itu keren banget lho. Subhanallah adem dan hijauuuu. Suka banget liatnya. Hamparan kebun teh yang memukau. Keren pokoknya keren. Sayang kalau tidak diabadikan, loh! hahaha. Jadi pas nglewatin, kami stop sebentar deh. klo kata si akang driver kami sih, si eneng mau selpi..hihhi.


Begitulah ciwidey trip kami. Singkat memang, kurang lama tepatnya..ahahhaha. Lain kali InsyaAllah bisa jalan-jalan kesana lagi bareng buah hati kami nantinya tentu...Aamiin.



Senin, 28 September 2015

Empat Hari di Bali



Asik asik..saya seneng deh kalau bercerita tentang perjalanan saya di Bali. Kenapa? tentu saja karena saya suka sekali dengan pulau indah satu itu. Entahlah..saya berkali-kali kesana (seringnya sih dalam rangka tugas keluar kota) dan saya tetap excited setiap ada kesempatan kesana lagi. Bahkan kadang kepikir kepengen juga ya stay disana..hehhe. Nah kali ini saya ingin cerita liburan 4 hari saya disana bersama si mister suami saya. Menyenangkan lhoooo..

Day 1
Kami sampai di Kuta Bali sore hari dan langsung menuju tempat menginap kami yaitu hotel Ina Kuta. Kegiatan kami sore itu sih sekedar jalan-jalan sekitar hotel saja, selebihnya istirahat saja.

Day 2
Selesai sarapan kami langsung jalan-jalan di pantai Kuta sambil foto-foto tentu saja.



sudah puas kepanasan kami jalan-jalan lagi di pinggiran jalan Kuta sambil mencari motor sewaan. Ternyata banyak lho sewaan motor disana. Kami akhirnya menyewa satu motor untuk 2 hari sekaligus. Kalau gak salah ingat, tarif per hari tuh 100k. Lumayan banget kan..hihhi. Dan kami senanggg...berbekal motor sewaan kami bisa jalan-jalan sepuasnya deh.

Selesai kami makan siang di KFC, hehhe bagi kami cari makan yang paling gampang di Kuta itu ya di KFC,kami langsung capcusss ke Tanah Lot. Pertama kali jalan-jalan di Bali pake motor, tentu saja si mister berbekal google map, dan untungnya jalan ke tanah lot lumayan gampang. Buktinya kami sampai di Tanah Lot tanpa tersesat.

Dengan riang gembira kami jalan-jalan dan foto-foto sepuasnya di Tanah Lot. Waktu yang kami habiskan disana lumayan lama lhooo, dari siang sampe sekitar jam 7 malam.



yang ini saya narsisnya...duhaduh..kesenengan saya foto-foto


Kalau yang ini kami berdua lagi pose-pose gak jelas di bawah batu karang gede


Puas foto-foto di pinggir pantai tanah lot, saya mengajak si mister untuk menyusuri jalan naik ke arah ujung tanah lot, spot indah yang gak terlalu rame dengan turis. Saya tahu tempat itu karena dulu pernah diajak oleh rekan kerja di Denpasar saat dinas kantor, waktu itu sih tujuannya untuk menikmati sun set trus nonton tari kecak. Nah kalau kali ini, saya ngajak si mister ke tempat itu karena tempatnya bagus untuk menikmati suasana sore di Tanah Lot tanpa harus melihat begitu banyak turis..hehehe.

Duduk ngobrol sambil foto-foto menunggu sunset

Saat-saat sunset, kami duduk-duduk sembari memesan makan malem deh. Makan malam dimana? ya di restoran situlah. Spot yang saya bilang tadi itu tuh restoran yang terletak di ujung tanah lot. Kami ambil meja yang terletak di pojok dengan view hamparan laut yang luas dengan lantunan merdu suara ombak dan sunset tentunya. Luar biasa indahnya saat itu. Kami menobatkan dinner saat itu sebagai dinner paling romantis. Apalagi di saat-saat terakhir kami menghabiskan makanan kami, ada satu grup pengamen dengan suara yang bagus menyanyikan lagu Iwan Fals yang "kemesraan" buat kami berdua. Hahay..kami tersenyum terus sepanjang dinyanyikan lagu itu. Sejak itulah lagu kemesraan Iwan Fals itu jadi lagu kenangan kami berdua..hehhe.




Selesai makan malam pun kami kembali ke hotel untuk istirahat.

Day 3
Hari ketiga ini jadwal kami padat sekali. Selesai sarapan kami langsung semangat mengendarai motor sewaan ke arah lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sesampai disana kami langsung beraksi potopoto. Puas potopoto kami nonton pertunjukan tari dan lanjut makan siang.

Seru lho..potopoto terus berdua..ahhahaha. Ohya biar puas, kami fotonya pake tongsis.

GWK sudah, tujuannya selanjutnya adalah Pantai Blue Point. Pantai Blue Point ini keren banget..Subhanallah banget pokoknya. Warna air lautnya biru banget. Tapi ngomong-ngomong untuk bisa main air atau berenang, kita harus naik turun tangga yang tentunya lumayan banyak anak tangganya. Waktu itu air laut lagi pasang, jadinya kami gak bisa main air deh.

How? cantik kan lautnya..huhuhu jadi mupeng pengen ke pantaiiii.

Trip kami belum selesai. Dari Blue Point kami menuju Uluwatu. Sesampai di Uluwatu kami jalan-jalan aja tanpa potopoto. Lagian saat itu sempat hujan sebentar, jadi kami lebih banyak meneduh di pendopo di sana. Sebenernya saya ingin nonton tari kecak di Uluwatu karena dulu saya pernah gagal nonton tari Kecak di Uluwatu (hehe waktu itu sampe Uluwatu tari kecaknya udah mau selesai), tapi karena teringat saya masih ingin ke pantai Padang Padang dan Dreamland, jadinya tari kecak Uluwatu lain kali saja deh.

Dari Uluwatu kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Padang Padang. Jalan ke sana dari Uluwatu seru juga..kami melewati jalanan yang turun banget trus naik banget, pas ngelwatin berasa kayak naik kora-kora deh. Sesampai di pantai PadangPadang..ternyata hujan lagi. Selain itu, pantainya juga lagi rame banget. Yang tadinya kami niatnya mau main air, gak jadi lagi deh. Jadinya kami makan mie rebus di sana. Ohya di PadangPadang kami juga gak potopoto.

Selesai makan mie, ternyata waktu sudah sore, sedangkan kami masih akan ke Dreamland. Jadinya yaa..kami langsung cabut ke Dreamland deh. Sesampai disana sudah gak hujan lagi. Jadinya kami langsung nyari spot untuk taruh tas dan langsung berlariiii menyambut deburan ombak Dreamland yang memang seru buat main air. Hmm..kalau ingat waktu itu, kami ini kayak dua orang gila yang gak peduli ada orang yang ngeliatin kami atau enggak. Soalnya kami main kejar-kejaran ombak, main kuat-kuatan nahan deru ombak, main tepuk-tepuk tangan sambil duduk bersila, guling-gulingan di pasir, dan tentu saja main bangun istana dan benteng dengan pasir. Pokoknya puas jadi anak kecil waktu itu. Karena waktu itu kami gak sabar pengen cepet main air, jadinya kami juga gak potopoto di Dreamland. Tapi ngomong-ngomong, Dreamland sekarang di jalan masuknya ya..menurut kami kotor kurang terawat. Padahal lautnya bagus dan ombaknya seruuu untuk main air.

Satu kalimat buat kami. Pokoknya puas banget jalan-jalan di Bali..hihi. Jalan-jalan yang pertama ditutup dengan makan malem romantis dan jalan-jalan keduanya ditutup dengan puas main di pantai. Ohya, jalanan di Bali menurut kami bersahabat banget, buktinya kami pertama kali naik motor dengan perjalanan jauh di sana, gak dibuat bingung sama jalannya.

Day 4
Kami sarapan pagi dan langsung kembali pulang ke Jakarta. Hmmm...Semoga bisa sering-sering main ke Bali lagi..hehhe.

Rabu, 01 Juli 2015

Weekend di Puncak



Kalau sebelumnya saya cerita tentang honeymoon kedua, kali ini saya cerita tentang honeymoon ketiga..ehhehe..meski lebih tepat dibilang liburan berdua sih. Jadi akhir weekend di bulan Mei (ehh..latepost banget ya..), saya dan suami menghabiskan dua hari kami di Puncak. Sebenernya sudah dari lama suami saya ingin mengajak saya jalan-jalan ke Puncak, tetapi karena kenyataannya kami berdua kalau weekend sukanya gegulingan malas-malasan di kamar, jadinya ya..baru akhir Mei itulah rencana jalan-jalan ke Puncak terwujudkan..yeaayyy. Itu pun karena diperkuat dengan latar belakang "mumpung hari Kamis dan Jumat kami ada acara kantor di Puncak", jadinya sekalian deh.

Liburan di Puncak, kami menginap di Royal Safari Garden. Kami kebagian kamar yang di ujung belakang. Lumayan banget pokoknya jalan kaki ke belakang nyari kamar kami, hehe..maklum kendaraan kami motor, dan motor tidak boleh dibawa ke dalam resort, hanya mobil yang boleh. Tapi, berkat kamar kami di ujung belakang lah kami jadi tahu kalau Resort ini luas banget dan fasilitasnya lengkap. Ada taman bermain, billiard, waterpark, lapangan badminton, area wahana anak-anak, area pertunjukan-pertunjukan, mini golf, dan masih banyak lagi. Awalnya saya dan suami sama-sama mengira kalau resortnya gak terlalu luas lhoo.. Soalnya, pas semangat nyari hotel di Puncak, hotel yang saya mau sudah full book, dan kemudian terpaksa berakhir dengan booking kamar di Royal Safari Garden. By the way, Alhamdulillah, fasilitasnya lengkap dan kami jadi sempet berenang di waterpark (hihi, kami kayak anak kecil), main billiard dan mini golf. Hehehe kesampean tuh suami saya main mini golf, sudah dari lama lho dia pingin main mini golf.

Menikmati fasilitas resort ini bukan agenda utama kami di Puncak. Agenda utama kami ya jalan-jalan di Puncak. Dengan motor kami sampai juga ke Melrimba Garden. Awalnya tujuan pertama kami Riung Gunung, tapi karena saat kami sudah di tempat parkirnya ternyata sepi banget dan penjaga loketnya juga lagi tidur, yah kami gak jadi deh masuk ke Riung Gunung. Kami langsung lanjut ke Melrimba Garden yang cantik banget tamannya. hihi saya kegirangan liat bunga-bunga cantik.



Hmmm..baguss kan ya tamannya?. Pokoknya di hari itu juga kami langsung memutuskan kalau lain kali kami mau kesana lagi. Ada spot main panahan di sana, dan suami saya dari lama sudah kepingin main panahan. Hehehe...saya merasa senang punya ide ke Melrimba Garden, suami saya juga senang soalnya.

Jalan-jalan kami lanjut ke Telaga Warna. Lumayan perlu kejelian untuk menemukan tempat ini. Soalnya tempatnya bukan tepat di pinggir jalan. Patokannya adalah sebelum Restoran Rindu Alam dan sebelah kiri jalan. Tempat ini amazing menurut saya. Subhanallah bagusss..hehehe.




hehhe narsis terus saya

bagaimana? manis kan saya?*ups..salah fokus!, maksudnya bagus kan telaga warna?..tebing hijaunya keren deh! dan warna danaunya yang hijau menambah keren pemandangannya. Tempat ini bagus untuk foto prewed sepertinya dan untuk fotografi tentunya. Karena saya dan suami gak ngerti fotografi, ya jadinya hasil fotonya kurang bisa menunjukkan bagusnya pemandangan Telaga Warna..hehhe harap maklum ya. Ohya di luar tempat wisata Telaga Warna terhampar kebun teh dengan latar view gunung lho..jadi lumayan juga buat fot-foto tambahan ^^


Setelah puas saya jadi fotomodel di Telaga Warna "hahha..padahal menurut suami saya, saya ini gak fotojenik :( tetapi lebih cantik aslinya :).., ups salah fokus lagi!", kami melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir kami. Yuhuuuu..dinner romantis di Puscak Pass Restaurant. Restorannya cozy banget...beneran dinner romantis deh. By the way, ada lho tempat dinner romantis kami number one, dimana itu? di Tanah Lot Bali..hehehe cerita yang ini lain kali saja. Sesampai kami di resto kami langsung pesen makanan dan foto-foto..haha..teteeuuuppp gak bosen potopoto.



Satu pesanan kami yang menambah senangnya kami di resto satu ini, yaitu pesanan untuk dessert, Holland Poffertjes. Pokoknya kalau ke Puncak Pass Restaurant, menu Holland Poffertjes sangat recommended untuk dicoba.



Hohoho...melihat fotonya lagi membuat saya ingin memakannya lagi..ehh *baiknya lain kali saya coba bikin sendiri aja kali ya..hehe next time kalau saya mood..hahha*

Huwwww..panjang banget ya cerita saya, tapi sabar yaa..ceritanya belum selesai karena selain ke tempat-indah indah tadi, saya dan suami juga ke Taman Safari. Hahaha..ada yang lucu saat ke Taman Safari. Kami membeli wortel di pinggir jalan dengan niat akan memberi makan rusa..dan kami excited banget lagi, eh ternyata yang bisa memberi makan wortel adalah pengunjung dengan kendaraan pribadi. Kami kan naik bus Taman Safari, jadinya gak bisa deh. Hehe..untungnya saya hobi banget masak sop sayuran dan bakwan sayur, jadi wortelnya bisa dibawa pulang buat masakan. Ngomong-ngomong,,meski bukan untuk pertama kalinya, saya terpesona banget lho liat Zebra dan Jerapah. Warna kulitnya cantik banget. Sebenernya kami pengen naik gajah, tapi karena dikenakan biaya yang menurut kami mahal (250k per orang) dan kaminya juga sudah mulai kecapean, kami di Taman Safari gak berlama-lama deh. Selain melihat satwa dari Bus Taman Safari, kami hanya melihat-lihat Taman Burung dan Baby Zoo.



Akhirnya, perjalanan kami di Puncak selesai sudah. Menyenangkan sekali pokoknya, dan berakhir dengan kecapean..hahaha. Bayangkan saja, kami sudah kecapean saat masih Di Taman Safari dan kami langsung lanjut pulang ke rumah kami di depok dengan naik motor dengan lama perjalanan 3 jam. sesampai rumah, saya tepar setepar-teparnya. Tapi over all, puasss rasanya.

Semoga next time kami bisa jalan-jalan ke Puncak lagi dan tentunya menginap di Resort yang saya mau..hehhe belum kesampean soalnya.

Senin, 22 Desember 2014

Perjalanan Saya (Part 1)

Sebenernya sudah sangat lama saya ingin mencatat semua perjalanan saya, tetapi baru kali ini saya luangkan waktu untuk menulisnya, hehe maklum dulu saya malas sekali menulis. Buku diary saya saja terisi gak ada sepertiganya dalam satu tahun. Berhubung saya banyak bepergian baru setelah bekerja jadi saya akan bercerita flashback dimulai dari tahun 2010, hehe maklum dulu saat saya masih sekolah saya lebih banyak baca novel/komik di rumah dan kalau ke luar rumah biasanya aktifitas sekolah atau main ke rumah teman, dan kalau pas kuliah palingan keluar kosan untuk ngajar. Main sama teman-teman pun tidak sampai keluar kota.

Perjalanan saya sejak tahun 2010 lebih banyak perjalanan dalam rangka dinas kantor. Biasanya 3 hari atau 4 hari saya keluar kota. Di sela-sela pekerjaan itu, biasanya ada waktu luang untuk jalan-jalan atau sekedar melihat sekeliling kota dengan mobil sepulang dari makan malam. Sejak tahun 2010 pun saya jadi suka jalan-jalan keluar kota dengan teman-teman, hehe maklum saya sudah mampu membiayai perjalanan secara mandiri. Selain itu, keluarga saya juga sudah menganggap saya sudah dewasa dan mandiri, tidak perlu lagi dilarang-larang.

Di awal saya bekerja dan untuk pertama kalinya saya ditugaskan keluar kota itu sekitar di pertengahan tahun 2010. Waktu itu saya ditugaskan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Kesan saya dengan kota Makassar adalah kota besar yang panas dan banyak kulinernya yang enak. Serius!!!, disana banyak sekali kuliner, sampai-sampai saya berpikir kalau saya ditempatkan bekerja disana bisa-bisa saya gendut sekali karena saya kan emang doyan makan (sekarang saja sudah gendut..hihi). Ada Coto Makassar, Konro, Sop Saudara, Barongko, Pisang Epe, Es Pallu Butung, Es Pisang Hijau, Kapurung, dan yang paling saya suka adalah sop kepala ikan alias Pallumara.

Makanan yang saya sebutkan itu sudah saya coba semua, hihi. Tapi saya tidak mencoba semuanya dalam waktu sekali saya ke Makassar. Hingga saat ini, saya sudah ke Makassar 3 kali. Tiga-tiganya saya suka sekali kuliner, hahaha. Bahkan pernah waktu yang kedua kalinya saya kesana, malam-malam saya bertemu teman saya yang penempatan bekerja disana dan kami jalan-jalan kuliner mulai dari mi titi (ternyata porsinya besar), risol dan semacam lumpia isi telor khas Makassar yang saya lupa namanya, sampai akhirnya kami makan pisang epe sambil ngobrol di dekat pantai Losari. Terus sepulang dari jalan-jalan itu, ternyata di Mess tempat saya menginap ada makanan yang namanya Kapurung. Kapurung itu makanan khas Makassar khususnya daerah Luwu yang ada di Kota Palopo. Kapurung ini semacam Papeda di Papua dan Maluku. Kapurung terbuat dari tepung sagu yang dicampur dengan ikan atau daging ayam dan aneka sayuran. Hmmm..rasanya unik dan menurut saya enaakkk. Ohya ada Barongko, makanan khas Makassar yang juga saya suka karena unik rasanya. Barongko itu terbuat dari pisang kepok matang ditambah irisan nangka atau kelapa muda yang dikukus dengan daun pisang.


Foto ini diambil di balkon resto hotel dekat Pantai Losari yang saya lupa nama hotelnya.


Ohya Makassar juga terkenal dengan Trans Studio Theme Park yaitu wahana bermain indoor yang diresmikan Jusuf Kalla di tahun 2009. Jadi waktu saya kesana tahun 2010 itungannya masih baru..hehe. Menurut saya Trans Studio Makassar itu menyenangkan banget buat anak-anak soalnya kebanyakan wahananya lebih cocok untuk anak-anak, kurang extreme/menantang untuk orang dewasa. Tapi teteup bagusss buat foto-foto..hahhayy. Hmm ada satu yang saya suka dari Trans Studio Makassar, antrian di wahana-wahananya gak sepanjang seperti di Dufan Ancol.


Saya baru cerita soal Makassar, eh ternyata post ini udah panjang. Jadi saya akan cerita yang lainnya di post selanjutnya kapan-kapan. hihi tergantung mood saya menulis tentunya ^^