Tampilkan postingan dengan label My Baby Boy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Baby Boy. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Agustus 2019
Celoteh Lucu (1)
Siapa sih yang gak suka dengan celoteh lucu anak kecil, menggemaskan sekali ya kalau anak-anak kecil sudah mulai berceloteh lucu. Sekarang saya menulis post ini pun berawal dari senyum-senyum sendiri mengenang celetukan Kei tadi pagi pas di Go Car berangkat ke kantor.
Untuk berangkat ke kantor, saya dan suami tuh hampir setiap hari melewati rel kereta api. Nah biasanya kalau kereta yang lewat itu hanya kepala kereta, saya tuh kesel banget ngedumel "ihhh udah lama-lama nungguin kok yang lewat cuman kepalanya doang..harusnya yang gitu lewatnya jangan pas di jam sibuk" Ya gitu deh. Suami sih selalu senyum-senyum saja dan makin hari sering nemuin hal yang sama, dia makin hari kalau ada kereta kepalanya doang yang lewat, dia makin semangat godain saya "yah kereta favorit kamu yang lewat". Pokoknya sebel tapi sayang deh punya suami yang doyan banget ngledek.
Kebiasaan suami ngledek kereta favorit itu tetap lanjut sampai sekarang. Biasanya kalau kepala kereta doang yang lewat, suami langsung deh ngasih tahu Kei kalau barusan kereta favorit bubu yang lewat. Kalau bubu suka sekali kalau kereta yang lewat kepala doang. Saya yang duduk di belakang sih senyum-senyum gemes saja dan biasanya Kei diam-diam saja, gak ngomentarin ayahnya, malah dia tetep semangat bilang keretanya ke stasiun, palang naik, palang turun, ya gitu deh.
Nah, tadi pagi saya berangkat ke kantor bertiga, saya, Kei, dan adek. Si ayah lagi dinas keluar kota. Kami bertiga naik Go Car dan lewat jalan yang melewati rel Kereta Api. Kami pun kedapatan giliran stop nunggu kereta lewat. Pas tadi pagi, ada 2 kereta yang lewat dan kereta yang kedua hanya kepalanya saja yang lewat. Dan apa coba reaksi kei waktu liat itu?, Kei bilang "Yah itu kereta favorit...bubuu" (pas ngomong favorit bubu dengan nada makin lirih dengan tatapan mata iseng maksimal). Hahaha, pokoknya saya ngakak seketika. langsung lapor lah saya ke suami, kalau kei ngomong gitu, dan suami bilang si anak ganteng pinter. hahaha..lucuuuukkk pokoknya inget tadi pagi. Yah lumayan membuat pegelnya saya gendong anak 11 kg dengan bawaan 3 tas berat jadi gak dirasakan.
Sebenarnya banyak sekali celoteh Kei yang lucu-lucu, jadi pengen ditulis khusus di satu post. Okay next time, I'll do it.
Kamis, 08 Agustus 2019
Toilet Training Kei
Menjadi ibu ternyata memaksa kita untuk tidak berhenti belajar. Bermula dari belajar menyusui, menggendong, menidurkan, asi dan asip, mpasi, tumbuh kembang anak, dan segala hal terkait pengasuhan dan parenting. Tidak luput juga soal menyapih dan toilet training yang ternyata semuanya berproses. Memang sih ada yang diberi kemudahan dan kelancaran, tapi banyak juga yang diberi tantangan yang perlu kesabaran..hihi..namanya juga proses.
Seperti halnya yang terjadi pada Kei, proses menyapihnya hanya butuh waktu satu malam, tapi toilet trainingnya butuh waktu 5,5 bulan. Wow..beda banget kan ya. Nah kali ini saya mau cerita proses toilet training kei. Kalau proses menyapihnya sudah pernah saya ceritakan di post sebelumnya ya.
Saya kan awalnya ingin start toilet training Kei usia 26 bulan, tapi ternyata di usia kei segitu sayanya sedang hamil muda dandilanda mabuk cinta trimester pertama dan kedua yang saat itu belum berkesudahan juga. Suami juga lagi sibuk dan sering juga dinas keluar kota. Semua itu menjadikan alasan untuk menunda toilet training Kei. Saya lihat Kei juga masih enjoy saja sama diapernya. Kei belum memberikan tanda-tanda siap untuk toilet training.
Trus ditunda sampai kapan? Sampe adeknya lahir lhooo!. Trus beneran setelah adeknya lahir langsung TT. Ya jelas tidak lah..hehe malu saya sebenernya ketahuan banget mamak malas. Pasca adeknya lahir di bulan Oktober, sampai awal desember saya masih riweuh..masih asik gendong adek (yang maunya digendong, kalau tidak digendong gak bisa tidur dan nangis jejeritan) dengan mata bintitan dan gigi sakit dan badan letih..hehe nah lho nanti saya jadi curhat deh betapa perjuangannya lagi pasca melahirkan.
Dengan pertimbangan keriweuhan itu, dan si ayah gak sibuk dan bisa cuti panjang diakhir Desember, jadilah Kei TT mulai pertanggal 26 Desember 2018. Itu adalah hari pertama kalinya Kei lepas diaper..wohohoho sebelum itu tidak pernah lho. Saat itu umur Kei sudah 2 tahun 9 bulan. Sebenarnya sudah telat sekali ya..tapi ya gakpapa. Saya dan suami mampunya begitu.
Saat itu, TT benar-benar mulai dari NOL. Pertama kali langsung ajak Kei ke toilet atau bahasanya ditatur. Beberapa malam sebelumnya, Kei sudah dibacakan buku tentang toilet training. Dia sudah hapal ruangan toilet dan kloset di dalamnya. Jadinya pas pertama kali ngajak ke toilet pun, Kei udah ngerti. Hanya saja tidak bisa langsung pipis atau pup. Ya iyalah ya..namanya juga pertama kalinya. Nunggu lama banget sampai akhirnya dia pipis. Ketika pipis pun dianya gak sadar lagi pipis 😅. Yah hari pertama pokoknya gitu deh, klo pipis di toilet nunggunya lama dan pas keluar kei pun gak sadar, klo gak ditoilet ya pipis di celana. Kalau pup totalitas di celana ya 😂. Tapi paling gak, di hari pertama lebih ke pengenalan rasa tidak nyaman kalau pipis dan pup di celana, karena Kei tidak berkutik diam di satu tempat kalau pipis dan pup di celana, ya meski belum ngomong ya.
Hari kedua, Kei sudah mulai lancar ditatur pipis di toilet. Dia mulai sadar kalau dia pipis. Kalau pup masih full di celana dan belum ngomong. Hari ketiga, Kei sudah bisa ditatur di toilet, masuk toilet langsung memposisikan diri pipis dan langsung pipis. Pup masih di celana tapi bisa ngomong setelahnya. Kondisi itu berlanjut terus hampir seminggu sampai akhirnya dia masuk daycare lagi.
Setelah masuk daycare, laporan bu gurunya, Kei bisa ditatur ke toilet, tapi belum ngomong sendiri kalau mau pipis. Masih suka ngompol kalau bobo dan kalau bu gurunya lupa atau telat ngajak ke toilet. Kalau pup masih di celana dan ngomong setelahnya. Kondisi ini berlanjut sekitar sebulan lamanya.
Sebulan kemudian mulailah episode baru TT Kei. Kei sudah makin pinter pipis di toilet dan ngomong sebelum pipis, jadi ngompolnya pas bobo aja. Bisa dibilang TT pipis sudah berhasil. Tapi proses TT pupnya mengalami kemunduran. Kei pup di satu tempat diam saja, tidak gerak dan tidak ngomong sebelum atau sesudahnya. Kitanya yang harus ngeh kalau dia pup. Kondisi ini berlangsung kira-kira 4 bulan lamanya.
Di bulan kelima dia TT, akhirnya Kei untuk pertama kalinya ngomong "Keinan Mau Pup". Dalam hati bubu dan ayahnya sudah sorak sorak horeee lho saat itu. Saat itu malam-malam hari lebaran sepulang dari silaturahmi keluarga Bekasi. Padahal pagi harinya Kei masih pup di celana selesai sholat Ied.
Melihat si ayah selesai menemani kei pup di toilet, bubunya pun senyum-senyum sambil nanya berkali-kali "beneran kei pup di toilet seperti yang dia bilang?" Dan ayah pun jawab beneran 😍. Oke lihat besok artinya. Ternyata hari esok dan esoknya terus Kei selalu bilang kalau mau pup dan sejak itu Kei tidak pup di celana lagi. 😍😍😍. Alhamdulillah.
Sampai akhirnya liburan lebaran usai, Kei masuk daycare lagi. Hari pertama seterlah liburan lebaran ternyata kei pup di celana dong..huhu bubu sedih. Tapi itu juga seperti untuk terakhir kalinya dia pup di celana di daycare karena setelah itu dia gak pernah pup di daycare lagi selama 2 bulan. Dia pup hanya di rumah kalau sore sepulang dari daycare dan malam sebelum bobo atau pagi sebelum berangkat. Saya dan suami pun mengira-ngira kayaknya Kei tidak mau pup di daycare karena kloset jongkok. Sedangkan di rumah kloset duduk.
Lalu tiba juga hari ketika Kei ngomong mau pup pas di daycare. Itupun pagi-pagi pas masih ada ayahnya. Jadi tebakan bubu dan ayahnya hari itu meleset. Ternyata Kei mau dan bisa pup di kloset jongkok.
Nah itulah proses TT Kei yang berproses lumayan lama. Jadi Kei sukses TT di usia 3 tahun 2 bulan. Alhamdulillah, 5.5 bulan proses TT terlewati dengan baik sampai akhirnya Kei sudah lancar pipis dan pup di toilet dan kalau ngompol saat tidur..sampai sekarang terkadang masih ya tapi gak setiap hari, jarang malahan. Menurut saya sih wajar. Banyak juga anak sd tahun awal yang terkadang ngompol sesekali.
Nah, pelajaran yang bisa saya ambil untuk kedepannya kalau InsyaAllah ada snak ketiga sih, mulai TT lebih cepat kayaknya lebih enak. Yang penting si anak sudah mulai bisa ngomong dan ngerti instruksi. Tapi banyak juga lho anak-anak yang dari umur setahun sudah gak betah pake diaper atau jijik sama diaper, jadi dengan sendirinya berhasil TT. Enak ya yang begitu. Kebanyakan yang saya tahu anak perempuan yang seperti itu atau anak-anak yang dari lahir tidak mengenal diaper..wohooo ibunya luar biasa disiplin dan rajin bebersih. Tapi ya tetap saja, setiap anak punya prosesnya masing-masing, jadi tidak bisa dibandingkan. Percayalah, proses itu pada akhirnya membahagiakan dan jangan lupa doa yang mengiringinya 🤗.
Rabu, 21 Maret 2018
Alhamdulillah Sudah 2 Tahun
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hari ini saya sedang merasakan syukur teramat sangat. Bagaimana tidak...saya merasa Allah telah memberikan begitu banyak nikmatnya dan anugerahnya kepada saya. Masih sangat teringat jelas bagaimana saya bahagianya ketika hamil pertama dimulai dari 2 tahun 9 bulan lalu sampai 2 tahun yang lalu. Kemudian betapa beratnya awal-awal pasca melahirkan yang saya tidak pernah bayangkan sebelumnya dan lalu betapa saya menikmati menjadi Ibu ketika Kei berusia 2 bulan dan ijin cuti besar sudah saya dapatkan. Lanjut dengan perjuangan yang melelahkan setiap harinya ketika cuti telah usai dan harus ngantor dengan jarak rumah kantor yang jauh, waktu bersama anak sedikit sekali, bahkan ketika itu menyusui menjadi satu-satunya kontak mesra dengan kei selama hari-hari bekerja. Sampai akhirnya, karena tidak tahan harus memiliki waktu yang sangat sedikit itu, saya dan suami memutuskan pindah tempat tinggal mendekat ke kantor. Saat itu Kei berusia 16 bulan. Alhamdulillah waktu bersama Kei jauh lebih banyak dan kemesraan kami bertiga pun lebih terjalin.
Bersyukur...iya bangeeettt. Apalagi kalau teringat saat seminggu pasca melahirkan dulu, ketika Kei dinyatakan bilirubinnya tinggi (biasanya disebut penyakit kuning) yang salah satu faktornya karena Asi saya yang belum keluar selama 3 hari dan kemudian keluar tapi tidak mencukupi. Saat itu sedih sekali karena Kei Kuning dan makin sedih ketika ada seseorang yang menyalahkan saya kenapa asi saya gak keluar...memangnya saya gak suka makan sayur ya pas hamil. Padahal kalau dekat dengan saya juga pasti tahu kalau sayuran itu favorit saya..mau matang atau mentah, saya pecinta sayur. Saat itu mental saya down sekali..tapi suami, kakak kandung saya, semua suster rumah sakit dan dokter kandungan saya selalu menyemangati saya. Sampai akhirnya Kei diperbolehkan pulang ke rumah.
Saat itu, pulang ke rumah juga menjadi berat bagi saya karena saya di rumah hanya dengan suami merawat Kei. Tidak ada pihak keluarga yang mendampingi kami, sedangkan saya masih minim sekali pengetahuan dan nol pengalaman tentang merawat bayi. Maklum saya anak bontot dan keponakan lahir pun beda kota. Saya hanya pernah membantu menjaga anak umur 2 tahun. Bertambah berat lagi ketika 4 hari pasca pulang dari rumah sakit Kei kembali Kuning. Saat itu saya sudah mencoba selalu menyusui Kei dan bahkan karena saya sadar asi saya belum cukup saya mencoba memberi kei sufor tapi tidak pernah berhasil karena Kei menolak dan saya terus menyusui langsung. Tapi memang ternyata belum cukup dan saat itu pun cuaca sedang tidak mendukung setiap pagi hujan. Sedih sekali saya..saat itu saya merasa belum menjadi ibu yang bisa mencukupi kebutuhan kei.
Sepulang dari rumah sakit yang kedua..karena Kei harus masuk nicu lagi selama 2 malam..akhirnya asi saya mulai mengalir dengan deras. Berat badan Kei pun langsung melonjak naik. Saya mulai tenang. Tapi ya itu..tidak berhenti disitu saja. Saya masih kewalahan mengurus Kei dan diri sendiri menjadi tidak terurus. Saya begadang setiap malam karena memang tidak ada orang yang buat gantian jagain Kei, suami saya harus bekerja dan mengendarai motor jarak jauh, kasihan dia kalau harus ikut begadang. Bahkan saya juga sering tidak tidur siang karena kalau siang saya susah tidur. Hehehe..dulu kei bangun dari jam 1 pagi sampai jam 6 pagi setiap hari dan selama bangun itu harus menyusu kalau tidak bakalan nangis heboh pokoknya. Sampai ketika Kei hampir 2 bulan dia terkena diare karena menurut dokter asupan makanan saya yang tidak seimbang. Nah berawal dari sinilah..keadaan jadi berubah. Saya jadi lebih tenang, lebih memperhatikan asupan makanan saya meski saya serepot apapun, dan lebih tegar. Ketenangan membuat saya lebih menikmati belajar banyak hal dan membuat saya menikmati setiap detik kebersamaan saya dengan Kei. Memandikan kei, memijat kei setiap hari, menyusui kei dan bermain bersama kei.
Sangat teringat, betapa saat pasca melahirkan menjadi saat yang berat dan saat itu saya hanya berpikir kalau saya harus kuat dan bertahan karena saya percaya Allah tidak mungkin memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambaNya dan saya tahu sekali kalau semua pasti akan terlewati. Benar saja, Alhamdulillah semua terlewati dengan indahnya. Pokoknya kalau saya ingat saat itu, saya tidak berhenti merasa berterima kasih Ke Allah. Betapa Maha kasih dan penyayangnya Allah kepada hambaNya.
Dan sekarang...tepat hari ini, 21 Maret 2018, Kei berusia 2 tahun. Si bocah ganteng yang belum mau disapih, si bocah ganteng yang kalau lagi ngambek hobi banget bilang "gak mau" apapun perkataan kita dijawab gak mau..hihi, si bocah lucu yang menggemaskan, si bocah cerdas yang tiap hari makin pinter, si bocah sholeh yang sayang sama ayah bubu dan adek baby. Bangun tidur tadi, saya cium-cium Kei dan bilang ke dia kalau hari ini umurnya 2 tahun..hehehe..dan kei tetap seperti biasa..satu kata yang selalu dia ucap setiap bangun tidur.."mimik"..hahaha..bubu dan ayah senyum-senyum meringis sambil mikir mulai kapan nih kita harus kuat menyapih nih bocah. Padahal sounding untuk gak mimiknya dari sejak Kei 21 bulan, tapi nyatanya usia 24 bulan Kei makin jatuh cinta dengan mimiknya..hehe. Dan bubu masih dengan doa kepada Allah untuk memudahkan dalam menyapih Kei.
Wah panjang ya curhatannya...hihi udah lama gak nulis, sekalinya nulis curhat panjang lebar. Yah begitulah saya emak-emak yang sedang ingin meluapkan kebahagiaan saya hari ini. Hari ini seperti setiap saat saya berdoa ke Allah..saya berharap semoga Kei menjadi pribadi yang sholeh taat kepada Allah, berbakti kepada ayah bubu, selalu dalam perlindungan Allah, diberikan kesehatan dan rahmat Allah, tumbuh dengan sehat, sempurna, cerdas, percaya diri dan pandai menyambung tali silaturahmi dan semoga kelak memiliki banyak teman yang sholeh, kelak meraih kesuksesan, menjadi pemimpin hebat yang adil dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, menjadi imam yang sholeh bagi dirinya, istri dan anak-anaknya kelak, dan kelak di hari tua ayah bubu, ayah bubu bisa menjadi sahabat bagi Kei dan Kei pun bisa menjadi sahabat bagi ayah bubu..Aamiin.
Maafkeun cerita yang panjang lebar ini..hihi...Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua.. Aamiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah hari ini saya sedang merasakan syukur teramat sangat. Bagaimana tidak...saya merasa Allah telah memberikan begitu banyak nikmatnya dan anugerahnya kepada saya. Masih sangat teringat jelas bagaimana saya bahagianya ketika hamil pertama dimulai dari 2 tahun 9 bulan lalu sampai 2 tahun yang lalu. Kemudian betapa beratnya awal-awal pasca melahirkan yang saya tidak pernah bayangkan sebelumnya dan lalu betapa saya menikmati menjadi Ibu ketika Kei berusia 2 bulan dan ijin cuti besar sudah saya dapatkan. Lanjut dengan perjuangan yang melelahkan setiap harinya ketika cuti telah usai dan harus ngantor dengan jarak rumah kantor yang jauh, waktu bersama anak sedikit sekali, bahkan ketika itu menyusui menjadi satu-satunya kontak mesra dengan kei selama hari-hari bekerja. Sampai akhirnya, karena tidak tahan harus memiliki waktu yang sangat sedikit itu, saya dan suami memutuskan pindah tempat tinggal mendekat ke kantor. Saat itu Kei berusia 16 bulan. Alhamdulillah waktu bersama Kei jauh lebih banyak dan kemesraan kami bertiga pun lebih terjalin.
Bersyukur...iya bangeeettt. Apalagi kalau teringat saat seminggu pasca melahirkan dulu, ketika Kei dinyatakan bilirubinnya tinggi (biasanya disebut penyakit kuning) yang salah satu faktornya karena Asi saya yang belum keluar selama 3 hari dan kemudian keluar tapi tidak mencukupi. Saat itu sedih sekali karena Kei Kuning dan makin sedih ketika ada seseorang yang menyalahkan saya kenapa asi saya gak keluar...memangnya saya gak suka makan sayur ya pas hamil. Padahal kalau dekat dengan saya juga pasti tahu kalau sayuran itu favorit saya..mau matang atau mentah, saya pecinta sayur. Saat itu mental saya down sekali..tapi suami, kakak kandung saya, semua suster rumah sakit dan dokter kandungan saya selalu menyemangati saya. Sampai akhirnya Kei diperbolehkan pulang ke rumah.
Saat itu, pulang ke rumah juga menjadi berat bagi saya karena saya di rumah hanya dengan suami merawat Kei. Tidak ada pihak keluarga yang mendampingi kami, sedangkan saya masih minim sekali pengetahuan dan nol pengalaman tentang merawat bayi. Maklum saya anak bontot dan keponakan lahir pun beda kota. Saya hanya pernah membantu menjaga anak umur 2 tahun. Bertambah berat lagi ketika 4 hari pasca pulang dari rumah sakit Kei kembali Kuning. Saat itu saya sudah mencoba selalu menyusui Kei dan bahkan karena saya sadar asi saya belum cukup saya mencoba memberi kei sufor tapi tidak pernah berhasil karena Kei menolak dan saya terus menyusui langsung. Tapi memang ternyata belum cukup dan saat itu pun cuaca sedang tidak mendukung setiap pagi hujan. Sedih sekali saya..saat itu saya merasa belum menjadi ibu yang bisa mencukupi kebutuhan kei.
Sepulang dari rumah sakit yang kedua..karena Kei harus masuk nicu lagi selama 2 malam..akhirnya asi saya mulai mengalir dengan deras. Berat badan Kei pun langsung melonjak naik. Saya mulai tenang. Tapi ya itu..tidak berhenti disitu saja. Saya masih kewalahan mengurus Kei dan diri sendiri menjadi tidak terurus. Saya begadang setiap malam karena memang tidak ada orang yang buat gantian jagain Kei, suami saya harus bekerja dan mengendarai motor jarak jauh, kasihan dia kalau harus ikut begadang. Bahkan saya juga sering tidak tidur siang karena kalau siang saya susah tidur. Hehehe..dulu kei bangun dari jam 1 pagi sampai jam 6 pagi setiap hari dan selama bangun itu harus menyusu kalau tidak bakalan nangis heboh pokoknya. Sampai ketika Kei hampir 2 bulan dia terkena diare karena menurut dokter asupan makanan saya yang tidak seimbang. Nah berawal dari sinilah..keadaan jadi berubah. Saya jadi lebih tenang, lebih memperhatikan asupan makanan saya meski saya serepot apapun, dan lebih tegar. Ketenangan membuat saya lebih menikmati belajar banyak hal dan membuat saya menikmati setiap detik kebersamaan saya dengan Kei. Memandikan kei, memijat kei setiap hari, menyusui kei dan bermain bersama kei.
Sangat teringat, betapa saat pasca melahirkan menjadi saat yang berat dan saat itu saya hanya berpikir kalau saya harus kuat dan bertahan karena saya percaya Allah tidak mungkin memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambaNya dan saya tahu sekali kalau semua pasti akan terlewati. Benar saja, Alhamdulillah semua terlewati dengan indahnya. Pokoknya kalau saya ingat saat itu, saya tidak berhenti merasa berterima kasih Ke Allah. Betapa Maha kasih dan penyayangnya Allah kepada hambaNya.
Dan sekarang...tepat hari ini, 21 Maret 2018, Kei berusia 2 tahun. Si bocah ganteng yang belum mau disapih, si bocah ganteng yang kalau lagi ngambek hobi banget bilang "gak mau" apapun perkataan kita dijawab gak mau..hihi, si bocah lucu yang menggemaskan, si bocah cerdas yang tiap hari makin pinter, si bocah sholeh yang sayang sama ayah bubu dan adek baby. Bangun tidur tadi, saya cium-cium Kei dan bilang ke dia kalau hari ini umurnya 2 tahun..hehehe..dan kei tetap seperti biasa..satu kata yang selalu dia ucap setiap bangun tidur.."mimik"..hahaha..bubu dan ayah senyum-senyum meringis sambil mikir mulai kapan nih kita harus kuat menyapih nih bocah. Padahal sounding untuk gak mimiknya dari sejak Kei 21 bulan, tapi nyatanya usia 24 bulan Kei makin jatuh cinta dengan mimiknya..hehe. Dan bubu masih dengan doa kepada Allah untuk memudahkan dalam menyapih Kei.
Wah panjang ya curhatannya...hihi udah lama gak nulis, sekalinya nulis curhat panjang lebar. Yah begitulah saya emak-emak yang sedang ingin meluapkan kebahagiaan saya hari ini. Hari ini seperti setiap saat saya berdoa ke Allah..saya berharap semoga Kei menjadi pribadi yang sholeh taat kepada Allah, berbakti kepada ayah bubu, selalu dalam perlindungan Allah, diberikan kesehatan dan rahmat Allah, tumbuh dengan sehat, sempurna, cerdas, percaya diri dan pandai menyambung tali silaturahmi dan semoga kelak memiliki banyak teman yang sholeh, kelak meraih kesuksesan, menjadi pemimpin hebat yang adil dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, menjadi imam yang sholeh bagi dirinya, istri dan anak-anaknya kelak, dan kelak di hari tua ayah bubu, ayah bubu bisa menjadi sahabat bagi Kei dan Kei pun bisa menjadi sahabat bagi ayah bubu..Aamiin.
Maafkeun cerita yang panjang lebar ini..hihi...Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua.. Aamiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Kamis, 21 April 2016
Selamat Datang Cinta
21 Maret 2016, 11.28 WIB
cinta..
akhirnya kamu hadir dalam hidupku
sebagai anugerah terindah dariNya
sebagai nikmat yang pasti tak dapat didustakan
sebagai bukti kasih sayangNya kepadaku
sebagai bukti pengabulan doaku dari Sang Maha Kuasa yang Maha Mendengar Doa
sebagai titipanNya yang harus kurawat, kujaga dan kudidik dengan segala upaya terbaikku
Sebagai sosok yang membuatku jatuh cinta sejak dulu..sejak kamu masih dalam anganku
dan sebagai harapan untuk meraih yang terbaik untukmu cinta...
tahukah kamu cinta..
kamu harapanku dari dulu
harapan yang akan memotivasiku untuk menjadi seseorang yang lebih baik
harapan yang akan membuatku bertahan dan berjuang untuk segala yang terbaik
harapan yang semoga akan lebih mendekatkanku kepadaNya
harapan yang akan membuatku tak pernah berhenti belajar dan berusaha
cinta
tak sedikitpun terpikir harapan untuk mendapat balas jasa darimu
tapi begitu besar harapanku untuk kesehatanmu, keselamatanmu, perlindungan untukmu, kebaikanmu, kesuksesanmu, sikap sopan dan sholehmu, taatmu kepadaNya, kehidupanmu yang bermanfaat, dan segala yang terbaik untukmu
begitu besar harapanku untuk keselamatanmu dunia dan akhirat
cinta
begitu besar rasa sayang ini kepadamu
air mata pun jatuh ketika mata ini menatapmu dengan terharu..
ya..hanya dengan menatap sosok imutmu dengan wajah yg tak berdosa..aku pun dapat menangis terharu
menangis bahagia cinta...
bahagia dan bersyukur akan hadirmu
cinta..
semoga kamu tumbuh dan berkembang dengan sehat dan sempurna
menjadi seseorang yang taat kepada Allah
menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orangtua
menjadi seseorang yg Allah mudahkan rezekimu dan jodohmu
menjadi seseorang yang bermanfaat bagi umat
tumbuh cerdas dan meraih kesuksesan
dilimpahkan rezeki halal dan penuh berkah yang diiringi dengan kedermawananmu
pandai menyambung dan menjaga tali silaturahmi
kelak dapat menjadi imam yang sholeh bagi istri dan anak2mu
dan semoga Allah selalu berikan perlindungan dan keselamatan dunia akhirat
Aamiin
cinta..itulah doaku selalu untukmu
semoga Allah mengabulkannya
Aamiin
cinta..
Baby Kei..
Bubu dan Ayah sayang kamu dek <3
cinta..
akhirnya kamu hadir dalam hidupku
sebagai anugerah terindah dariNya
sebagai nikmat yang pasti tak dapat didustakan
sebagai bukti kasih sayangNya kepadaku
sebagai bukti pengabulan doaku dari Sang Maha Kuasa yang Maha Mendengar Doa
sebagai titipanNya yang harus kurawat, kujaga dan kudidik dengan segala upaya terbaikku
Sebagai sosok yang membuatku jatuh cinta sejak dulu..sejak kamu masih dalam anganku
dan sebagai harapan untuk meraih yang terbaik untukmu cinta...
tahukah kamu cinta..
kamu harapanku dari dulu
harapan yang akan memotivasiku untuk menjadi seseorang yang lebih baik
harapan yang akan membuatku bertahan dan berjuang untuk segala yang terbaik
harapan yang semoga akan lebih mendekatkanku kepadaNya
harapan yang akan membuatku tak pernah berhenti belajar dan berusaha
cinta
tak sedikitpun terpikir harapan untuk mendapat balas jasa darimu
tapi begitu besar harapanku untuk kesehatanmu, keselamatanmu, perlindungan untukmu, kebaikanmu, kesuksesanmu, sikap sopan dan sholehmu, taatmu kepadaNya, kehidupanmu yang bermanfaat, dan segala yang terbaik untukmu
begitu besar harapanku untuk keselamatanmu dunia dan akhirat
cinta
begitu besar rasa sayang ini kepadamu
air mata pun jatuh ketika mata ini menatapmu dengan terharu..
ya..hanya dengan menatap sosok imutmu dengan wajah yg tak berdosa..aku pun dapat menangis terharu
menangis bahagia cinta...
bahagia dan bersyukur akan hadirmu
cinta..
semoga kamu tumbuh dan berkembang dengan sehat dan sempurna
menjadi seseorang yang taat kepada Allah
menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orangtua
menjadi seseorang yg Allah mudahkan rezekimu dan jodohmu
menjadi seseorang yang bermanfaat bagi umat
tumbuh cerdas dan meraih kesuksesan
dilimpahkan rezeki halal dan penuh berkah yang diiringi dengan kedermawananmu
pandai menyambung dan menjaga tali silaturahmi
kelak dapat menjadi imam yang sholeh bagi istri dan anak2mu
dan semoga Allah selalu berikan perlindungan dan keselamatan dunia akhirat
Aamiin
cinta..itulah doaku selalu untukmu
semoga Allah mengabulkannya
Aamiin
cinta..
Baby Kei..
Bubu dan Ayah sayang kamu dek <3
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


