Pages

Rabu, 28 Juli 2021

Menerapkan Metode ABC ke Dalam Kehidupan Sehari-hari #Exercise 4 Ibu Mainstream

MasyaaAllah, saya dapat ilmu baru lagi ini dari pertemuan Ibu Mainstream yang ke-5. Ilmu baru yang saya dapatkan yaitu metode ABC. Metode ABC yang detilnya Amati, Bayangkan/bertanya, dan cek/cari tahu. Nah kebiasaan menerapkan ABC dalam kehidupan sehari-hari ini ternyata penting banget lho. Jadi sebelum mengambil keputusan alangkah lebih baik kalau kita amati atau perhatikan terlebih dahulu persoalannya, lalu bayangkan apa yang akan terjadi kalau kita begini begitu, dan selanjutnya cek terlebih dahulu kebenarannya, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih tepat. Makanya ini menjadi catatan bagi saya seorang ibu sebelum mendampingi proses belajar anak agar dapat menerapkan ABC kepada anak-anak.

Sedangkan pengalaman yang pernah saya alami sebelum mengetahui metode ABC dari komunitas Ibu Mainstream ini ada banyak sebenarnya, dan setelah tahu tentang ABC jadi langsung "oh iya yaaa, pantesan" begitulah kesan yang terlintas di pikiran saya. Dalam pekerjaan contohnya, kebetulan saya sering diminta untuk meneruskan informasi terkait pekerjaan dari unit lain ke unit saya ataupun sebaliknya. Pernah ada informasi akan ada rapat dengan pimpinan tinggi di kantor saya yang saya tahu jadwalnya akan bentrok dengan rapat unit saya yang sudah diagendakan sebelumnya, sedangkan rapat dengan pimpinan tersebut bersifat mendadak dan belum dibuat undangannya. Saya langsung saja meneruskan informasi ke unit tanpa mencari tahu dahulu rapat dengan pimpinannya kira-kira akan berlangsung berapa lama, apakah akan bentrok dengan rapat yang sudah diagendakan atau tidak. Jadinya terjadi misscommunication disitu. Tapi saat itu saya langsung menyadari kesalahan saya, saya langsung koordinasi kembali mencari tahu rencana detil rapatnya, setelah itu saya sampaikan kembali ke unit saya detilnya dan permohonan maaf sebelumnya informasinya belum lengkap.

Selain itu, pengalaman saya terkait ABC juga sering terjadi pada pengambilan keputusan dalam berbelanja suatu produk. Saya ini gampang sekali tertarik untuk membeli suatu produk tanpa memperhatikan detil produknya, tanpa mempertimbangkan prioritas dan manfaatnya, dan kurang mencari tahu detil produknya. Jadilah saya boros dan beberapa kali produk yang terbeli jadi tidak bermanfaat.

Setelah mengetahui metode ABC, saya berniat untuk menerapkan metode ABC kepada diri sendiri yang antara lain:
1. Menerapkan metode ABC sebelum meneruskan informasi apapun baik secara lisan atau tulisan.
2. Menerapkan metode ABC sebelum mengambil keputusan apapun, terutama dalam belanja.
3. Menerapkan metode ABC kepada diri sendiri saat mendampingi anak, misalnya saat anak sedang tantrum. Saya perlu untuk mengamati terlebih dahulu kondisi anak, lalu membayangkan apa yang terjadi dan bertanya kepada anak dia kenapa dan maunya apa saat anak sudah tenang, dan cek keadaan yang sebenarnya menjadi alasan anak tantrum dan apa yang diinginkan anak.

Meskipun metode ABC ini terkesan simpel dan mudah, ternyata gak semudah itu lho. Ada saja ketidaksabaran yang membuat diri ini tergesa-gesa mau ini itu. Makanya untuk menerapkan ABC ini, saya juga harus melatihnya dengan sabar. Semoga semakin hari akan menjadi kebiasaan baik yang bermanfaat.

Rabu, 21 Juli 2021

Kegiatan STEAM #Exercise 3 Ibu Mainstream

Kali ini saya mau berbagi tentang satu contoh kegiatan harian yang ada unsur STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika) di dalamnya. Contoh yang saya berikan adalah menjemur pakaian. Nah kebetulan saya nulis ini memang sehabis menjemur pakaian nih. Jadi apa sajakah unsur STEAM pada proses menjemur pakaian?. Berikut saya uraikan satu per satu.

Sains
Pakaian yang dijemur dari yang awalnya basah menjadi kering karena terkena angin dan panasnya sinar matahari.

Teknologi
Unsur teknologi pada menjemur pakaian adalah menggunakan gantungan baju dan tali sebagai peralatan menjemur.

Teknik
Pada proses menjemur di gantungan baju yang besar dan memuat banyak, diperlukan teknik peletakan pakaian agar posisi gantungan baju tidak miring.

Seni
Pada saat memasang pakaian pada gantungan baju, perlu memperhatikan kerapihan pemasangan dan melibatkan jari jemari dalam pemasangannya.

Matematika
Dalam menjemur pakaian ternyata saya juga harus memperhitungkan seberapa banyak pakaian yang dapat saya jemur, jangan sampai tali jemuran terputus karena beban jemuran yang terlalu berat, hehe beberapa kali saya mengalaminya.

Nah, itulah unsur STEAM yang menurut saya ada dalam proses menjemur pakaian. Sebenarnya masih banyak lagi ya kegiatan harian yang ada unsur STEAM didalamnya, tapi mungkin untuk postingan selanjutnya ya.

#ibumainstream #kims #ibumerdeka #orientasikims

Rabu, 14 Juli 2021

Mengenal HAKI #Exercise 2 Ibu Mainstream

Assalamualaikum, kali ini saya mau berbagi tentang ilmu yang dipelajari pada pertemuan kedua Ibu Mainstream. Pada pertemuan ibu mainstream yang kedua, dibahas bersama mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Jujur, saya pertama kali lho belajar tentang HAKI dan wow..saya baru sadar ternyata gak semudah itu lho kita mengambil gambar yang bertebaran di web atau search engine. Saya beneran merasa bersyukur sekali belajar mengenai HAKI saat itu, coba kalau tidak, wah mungkin bakalan masih asal comot gambar di google nih. Padahal bisa saja lho kita kena tuntutan kalau kita asal menggunakan gambar ataupun karya apapun kalau kita tidak mengikuti creative commons, yaitu aturan atas lisensi karya tersebut.

Jadi apa saja sih creative commons yang perlu kita ketahui? berikut ini saya coba jelaskan satu per satu ya.
Karya yang memiliki lisensi CC BY ini boleh untuk disebarkan, diadaptasi, dimodifikasi, dicampur, diturunkan, atau bahkan digunakan untuk kepentingan komersial, asalkan kita mencantumkan pencipta aslinya.


Karya yang memiliki lisensi CC BY SA ini boleh disebarkan, dicampur, diturunkan, diadaptasi, atau digunakan untuk kepentingan komersial. Karya yang memiliki logo SA ini maksudnya Share Alike, jadi kalau kita mengubah karya yang memiliki lisensi ini, hasilnya harus diberi lisensi yang sama persis.


Karya yang memiliki lisensi CC BY NC ini perlakuannya hampir sama dengan yang berlisensi CC BY. Bedanya untuk lisensi CC BY NC ini tidak boleh digunakan untuk kepetingan komersial, yaitu noncommercial.


Karya yang memiliki lisensi CC BY NC SA ini perlakuannya hampir sama dengan yang berlisesnsi CC BY SA, bedanya ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan komersial. Jadi apabila kita menggunakan dan mengubah karya dengan lisensi CC BY NC SA, kita tidak boleh menggunakan untuk komersial dan hasilnya harus diberi lisensi yang sama persis.


Karya yang memiliki lisensi CC BY ND ini tidak boleh dimodifikasi, tetapi boleh digunakan untuk kepentingan komersial dengan tetap wajib mencantumkan pencipta aslinya.


Karya yang memiliki licensi CC BY NC ND ini perlakuannya hampir sama dengan yang berlisensi CC BY ND, yaitu sama-sama tidak boleh dimodifikasi dan wajib mencamtumkan pencipta aslinya, dan bedanya ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan komersial.


Karya yang berlisensi CCO alias CC Zero inilah karya yang paling bebas untuk disebarkan, dimodifikasi, atau digunakan untuk kepentingan komersial. Jadi kalau kita mau mengambil atau mengubah karya dengan bebas ya lebih baik kita cari karya yang berlogo CCO ini ya, karena penciptanya melepas copyright miliknya secara penuh.

Nah, itulah creative commons yang perlu kita tahu, jadi kalau kita mau mengambil karya apapun di internet kita perlu perhatikan dulu ya lisensinya. Kita lihat dulu logonya seperti apa, apakah CC BY, CC BY NC, CC BY SA, CC BY NC SA, CC BY ND, CC BY NC ND, atau CC Zero. Jadi Insya Allah kita aman, hehe tidak akan kena tuntut karena kita asal menggunakan karya orang lain.

Demikian ya sharing saya kali ini, semoga bermanfaat. Wassalamualaikum :) #ibumainstream #kims #ibumerdeka #orientasikims

Rabu, 07 Juli 2021

Ibu Mainstream #Exercise 1

Assalamualaikum, sudah lama sekali ya saya gak nulis di blog ini. Alhamdulillah gegara ikut bergabung dengan komunitas Ibu Mainstream, saya jadi terdorong untuk nulis lagi. Nah kali ini nulisnya dalam rangka cerita tentang ibu mainstream dan sekaligus untuk memenuhi tugas pembelajaran Ibu Mainstream. Cerita awalnya dari apa sih komunitas ibu mainstream ini, ibu mainstream ini ternyata komunitas wadah untuk bertumbuh bersama dengan pembelajaran dan bermain dengan berbasis STEAM yaitu sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika. Wah sepertinya seru banget ya, saya saja pertama kali lihat tawaran untuk mengikuti komunitas ibu mainstream di IG saja langsung kepo dan tertarik makanya langsung seketika itu juga mendaftar, hihi.

Alhamdulillah saya bisa masuk dalam komunitas ibu mainstream, dan setelah mengikuti kegiatan zoom 2x bersama komunitas ibu mainstream, makin kesini makin excited dan merasa bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari komunitas Ibu Mainstream. Para pengurusnya MasyaAllah keren-keren, wanita-wanita hebat yang pengalaman dalam sharing pembelajaran berbasis steamnya tidak perlu diragukan. Begitu pula ibu-ibu anggota komunitas ini juga hebat-hebat MasyaAllah, bisa saling memberikan motivasi dan inspirasi. Padahal masih awal ya, tapi sudah sesenang itu bisa ikut komunitas ini.

Adapun visi saya mengikuti komunitas ibu mainstream ini adalah menjadi Ibu yang lebih siap dan percaya diri dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak saya yang keduanya masih balita dengan tambahan ilmu dari pembelajaran berbasis STEAM, yang tentu saja proses penerapannya ke anak-anak melalui bermain bersama yang menyenangkan.

Sedangkan rencana yang saya buat dalam mengikuti pembelajaran Ibu Main Stream ini antara lain: mengikuti semua kegiatan pertemuan pembelajaran dengan penuh, mengerjakan semua tugas-tugas yang diberikan, bermain bersama anak-anak dengan basis steam, membuat list pribadi tentang poin-poin penting dalam pembelajaran berbasis steam untuk bisa diterapkan di rumah, membuat list permainan berbasis steam yang bisa dilakukan dalam membersamai anak-anak bermain, dan menjalin pertemanan dengan ibu-ibu mainstream lainnya.

Untuk merealisasikan rencana-rencana itu tentu saja saya harus bekerja sama dengan Suami dan anak-anak, terutama saat akan mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilakukan di setiap hari Sabtu tiap pekannya. Alhamdulillah suami saya mendukung saya mengikuti komunitas ini. Semoga pembelajaran ini bisa menjadi manfaat bagi keluarga kami.

Sekian dulu, mungkin saya akan menulis lagi di tugas berikutnya, hehe. Wassalamualaikum wr.wb
#ibumainstream #kims #ibumerdeka #orientasikims

Senin, 12 Agustus 2019

Celoteh Lucu (1)


Siapa sih yang gak suka dengan celoteh lucu anak kecil, menggemaskan sekali ya kalau anak-anak kecil sudah mulai berceloteh lucu. Sekarang saya menulis post ini pun berawal dari senyum-senyum sendiri mengenang celetukan Kei tadi pagi pas di Go Car berangkat ke kantor.

Untuk berangkat ke kantor, saya dan suami tuh hampir setiap hari melewati rel kereta api. Nah biasanya kalau kereta yang lewat itu hanya kepala kereta, saya tuh kesel banget ngedumel "ihhh udah lama-lama nungguin kok yang lewat cuman kepalanya doang..harusnya yang gitu lewatnya jangan pas di jam sibuk" Ya gitu deh. Suami sih selalu senyum-senyum saja dan makin hari sering nemuin hal yang sama, dia makin hari kalau ada kereta kepalanya doang yang lewat, dia makin semangat godain saya "yah kereta favorit kamu yang lewat". Pokoknya sebel tapi sayang deh punya suami yang doyan banget ngledek.

Kebiasaan suami ngledek kereta favorit itu tetap lanjut sampai sekarang. Biasanya kalau kepala kereta doang yang lewat, suami langsung deh ngasih tahu Kei kalau barusan kereta favorit bubu yang lewat. Kalau bubu suka sekali kalau kereta yang lewat kepala doang. Saya yang duduk di belakang sih senyum-senyum gemes saja dan biasanya Kei diam-diam saja, gak ngomentarin ayahnya, malah dia tetep semangat bilang keretanya ke stasiun, palang naik, palang turun, ya gitu deh.

Nah, tadi pagi saya berangkat ke kantor bertiga, saya, Kei, dan adek. Si ayah lagi dinas keluar kota. Kami bertiga naik Go Car dan lewat jalan yang melewati rel Kereta Api. Kami pun kedapatan giliran stop nunggu kereta lewat. Pas tadi pagi, ada 2 kereta yang lewat dan kereta yang kedua hanya kepalanya saja yang lewat. Dan apa coba reaksi kei waktu liat itu?, Kei bilang "Yah itu kereta favorit...bubuu" (pas ngomong favorit bubu dengan nada makin lirih dengan tatapan mata iseng maksimal). Hahaha, pokoknya saya ngakak seketika. langsung lapor lah saya ke suami, kalau kei ngomong gitu, dan suami bilang si anak ganteng pinter. hahaha..lucuuuukkk pokoknya inget tadi pagi. Yah lumayan membuat pegelnya saya gendong anak 11 kg dengan bawaan 3 tas berat jadi gak dirasakan.

Sebenarnya banyak sekali celoteh Kei yang lucu-lucu, jadi pengen ditulis khusus di satu post. Okay next time, I'll do it.

Kamis, 08 Agustus 2019

Toilet Training Kei


Menjadi ibu ternyata memaksa kita untuk tidak berhenti belajar. Bermula dari belajar menyusui, menggendong, menidurkan, asi dan asip, mpasi, tumbuh kembang anak, dan segala hal terkait pengasuhan dan parenting. Tidak luput juga soal menyapih dan toilet training yang ternyata semuanya berproses. Memang sih ada yang diberi kemudahan dan kelancaran, tapi banyak juga yang diberi tantangan yang perlu kesabaran..hihi..namanya juga proses.

Seperti halnya yang terjadi pada Kei, proses menyapihnya hanya butuh waktu satu malam, tapi toilet trainingnya butuh waktu 5,5 bulan. Wow..beda banget kan ya. Nah kali ini saya mau cerita proses toilet training kei. Kalau proses menyapihnya sudah pernah saya ceritakan di post sebelumnya ya.

Saya kan awalnya ingin start toilet training Kei usia 26 bulan, tapi ternyata di usia kei segitu sayanya sedang hamil muda dandilanda mabuk cinta trimester pertama dan kedua yang saat itu belum berkesudahan juga. Suami juga lagi sibuk dan sering juga dinas keluar kota. Semua itu menjadikan alasan untuk menunda toilet training Kei. Saya lihat Kei juga masih enjoy saja sama diapernya. Kei belum memberikan tanda-tanda siap untuk toilet training.

Trus ditunda sampai kapan? Sampe adeknya lahir lhooo!. Trus beneran setelah adeknya lahir langsung TT. Ya jelas tidak lah..hehe malu saya sebenernya ketahuan banget mamak malas. Pasca adeknya lahir di bulan Oktober, sampai awal desember saya masih riweuh..masih asik gendong adek (yang maunya digendong, kalau tidak digendong gak bisa tidur dan nangis jejeritan) dengan mata bintitan dan gigi sakit dan badan letih..hehe nah lho nanti saya jadi curhat deh betapa perjuangannya lagi pasca melahirkan.

Dengan pertimbangan keriweuhan itu, dan si ayah gak sibuk dan bisa cuti panjang diakhir Desember, jadilah Kei TT mulai pertanggal 26 Desember 2018. Itu adalah hari pertama kalinya Kei lepas diaper..wohohoho sebelum itu tidak pernah lho. Saat itu umur Kei sudah 2 tahun 9 bulan. Sebenarnya sudah telat sekali ya..tapi ya gakpapa. Saya dan suami mampunya begitu.

Saat itu, TT benar-benar mulai dari NOL. Pertama kali langsung ajak Kei ke toilet atau bahasanya ditatur. Beberapa malam sebelumnya, Kei sudah dibacakan buku tentang toilet training. Dia sudah hapal ruangan toilet dan kloset di dalamnya. Jadinya pas pertama kali ngajak ke toilet pun, Kei udah ngerti. Hanya saja tidak bisa langsung pipis atau pup. Ya iyalah ya..namanya juga pertama kalinya. Nunggu lama banget sampai akhirnya dia pipis. Ketika pipis pun dianya gak sadar lagi pipis 😅. Yah hari pertama pokoknya gitu deh, klo pipis di toilet nunggunya lama dan pas keluar kei pun gak sadar, klo gak ditoilet ya pipis di celana. Kalau pup totalitas di celana ya 😂. Tapi paling gak, di hari pertama lebih ke pengenalan rasa tidak nyaman kalau pipis dan pup di celana, karena Kei tidak berkutik diam di satu tempat kalau pipis dan pup di celana, ya meski belum ngomong ya.

Hari kedua, Kei sudah mulai lancar ditatur pipis di toilet. Dia mulai sadar kalau dia pipis. Kalau pup masih full di celana dan belum ngomong. Hari ketiga, Kei sudah bisa ditatur di toilet, masuk toilet langsung memposisikan diri pipis dan langsung pipis. Pup masih di celana tapi bisa ngomong setelahnya. Kondisi itu berlanjut terus hampir seminggu sampai akhirnya dia masuk daycare lagi.

Setelah masuk daycare, laporan bu gurunya, Kei bisa ditatur ke toilet, tapi belum ngomong sendiri kalau mau pipis. Masih suka ngompol kalau bobo dan kalau bu gurunya lupa atau telat ngajak ke toilet. Kalau pup masih di celana dan ngomong setelahnya. Kondisi ini berlanjut sekitar sebulan lamanya.

Sebulan kemudian mulailah episode baru TT Kei. Kei sudah makin pinter pipis di toilet dan ngomong sebelum pipis, jadi ngompolnya pas bobo aja. Bisa dibilang TT pipis sudah berhasil. Tapi proses TT pupnya mengalami kemunduran. Kei pup di satu tempat diam saja, tidak gerak dan tidak ngomong sebelum atau sesudahnya. Kitanya yang harus ngeh kalau dia pup. Kondisi ini berlangsung kira-kira 4 bulan lamanya.

Di bulan kelima dia TT, akhirnya Kei untuk pertama kalinya ngomong "Keinan Mau Pup". Dalam hati bubu dan ayahnya sudah sorak sorak horeee lho saat itu. Saat itu malam-malam hari lebaran sepulang dari silaturahmi keluarga Bekasi. Padahal pagi harinya Kei masih pup di celana selesai sholat Ied.

Melihat si ayah selesai menemani kei pup di toilet, bubunya pun senyum-senyum sambil nanya berkali-kali "beneran kei pup di toilet seperti yang dia bilang?" Dan ayah pun jawab beneran 😍. Oke lihat besok artinya. Ternyata hari esok dan esoknya terus Kei selalu bilang kalau mau pup dan sejak itu Kei tidak pup di celana lagi. 😍😍😍. Alhamdulillah.

Sampai akhirnya liburan lebaran usai, Kei masuk daycare lagi. Hari pertama seterlah liburan lebaran ternyata kei pup di celana dong..huhu bubu sedih. Tapi itu juga seperti untuk terakhir kalinya dia pup di celana di daycare karena setelah itu dia gak pernah pup di daycare lagi selama 2 bulan. Dia pup hanya di rumah kalau sore sepulang dari daycare dan malam sebelum bobo atau pagi sebelum berangkat. Saya dan suami pun mengira-ngira kayaknya Kei tidak mau pup di daycare karena kloset jongkok. Sedangkan di rumah kloset duduk.

Lalu tiba juga hari ketika Kei ngomong mau pup pas di daycare. Itupun pagi-pagi pas masih ada ayahnya. Jadi tebakan bubu dan ayahnya hari itu meleset. Ternyata Kei mau dan bisa pup di kloset jongkok.

Nah itulah proses TT Kei yang berproses lumayan lama. Jadi Kei sukses TT di usia 3 tahun 2 bulan. Alhamdulillah, 5.5 bulan proses TT terlewati dengan baik sampai akhirnya Kei sudah lancar pipis dan pup di toilet dan kalau ngompol saat tidur..sampai sekarang terkadang masih ya tapi gak setiap hari, jarang malahan. Menurut saya sih wajar. Banyak juga anak sd tahun awal yang terkadang ngompol sesekali.

Nah, pelajaran yang bisa saya ambil untuk kedepannya kalau InsyaAllah ada snak ketiga sih, mulai TT lebih cepat kayaknya lebih enak. Yang penting si anak sudah mulai bisa ngomong dan ngerti instruksi. Tapi banyak juga lho anak-anak yang dari umur setahun sudah gak betah pake diaper atau jijik sama diaper, jadi dengan sendirinya berhasil TT. Enak ya yang begitu. Kebanyakan yang saya tahu anak perempuan yang seperti itu atau anak-anak yang dari lahir tidak mengenal diaper..wohooo ibunya luar biasa disiplin dan rajin bebersih. Tapi ya tetap saja, setiap anak punya prosesnya masing-masing, jadi tidak bisa dibandingkan. Percayalah, proses itu pada akhirnya membahagiakan dan jangan lupa doa yang mengiringinya 🤗.

Jumat, 25 Januari 2019

Pagi yang Riweuh, Pagi Penuh Semangat




Benar gak sih kalau kehidupan kita tuh benar-benar berubah setelah memiliki anak?. Kalau kata saya sih bener bangeeettt. Hari-hari berubah, lebih berwarna iya lebih rempong juga iya, hihi. Biasanya cuma mandiin diri sendiri, eh terus jadi harus mandiin bayi. Apalagi proses mandiin bayi sampai si bayi rapih itu ya lumayan lama. Jadilah kalau mau bepergian, rempongnya lebih lebih dibandingkan sebelum punya anak.

Nah sekarang, kehidupan saya berubah lagi, dari kehidupan mamak beranak satu menjadi kehidupan mamak beranak dua, Alhamdulillah. Pokoknya riweuh banget lah setiap pagi menjelang berangkat ke kantor. Kalau mau sampai kantor sebelum setengah delapan pagi ya saya harus mandi ketika adek baby masih bobo. Tapi sering juga adek baby bangunnya pagi banget, jadinya saya gak bisa lah mandi terlalu pagi..karena ngeladenin adek baby dulu. Kalau sudah begitu, jadilah makin riweuh dan ujung-ujungnya sampai kantor lewat setengah delapan. Alhamdulillah kakak keinan sejak adek baby ikut ke kantor, dia mau bangun pagi, meski agak drama sedikit, kalau sebelumnya drama sekaliii..yang sering berakhir si kakak mandi di daycare kantor. Hihi lucu kalau inget si kakak keinan yang bagi saya dia itu big baby. Kalau lagi drama gitu, antara gemesin, nyebelin dan lucu sekali =D

Terus keriweuhan akan bertambah ketika suami sedang dinas keluar kota. Gak ada yang bantuin saya mandiin si kakak, hehe sejak bubunya hamil gede, kakak mandinya sama ayahnya. Gak ada yang bantuin gantian jagain adek ketika saya mandi dan siap-siap. Jadilah di pagi yang penuh semangat, saya harus mandiin si kakak dengan dramanya dan adek baby dengan gumohnya yang tak henti-henti =D. Kalau inget momen persiapan pagi tanpa si ayah selalu membuat saya tersenyum deh. Tapi kalau suami sudah bilang mau dinas berapa hari, sayanya langsung deg-degan bayangin riweuhnya berangkat dan pulang kantor bawa 2 bocah sendirian =DDD. Ohya ada 1 lagi yang mungkin membuat saya lebih riweuh ya..kalau pergi pulang kerja gak bareng suami, yaitu saya masih harus gendong adek baby posisi boboan..meski dia udah tegak kepalanya sih dan emang sukanya juga digendong tegak sih..tapi saya masih belum berani gendong dia dengan gendongan depan dengan posisi M. padahal udah bisa sih, tapi masih ragu saja..banyak yang bilang nanti saja kalau sudah 5 bulan. Hehe..seperti baru pertama kali punya baby ya. Soalnya memang kakak dan adek baby berbeda sekali dalam banyak hal. Dulu pas si kakak usia 3 bulan, saya masih cuti. Waktu itu saya ambil cuti besar, jadi saya di rumah merawat keinan dari baru lahir sampai dia 5 bulan 3 minggu.

Nah foto di atas itu, foto saat pagi hanya bertiga saja. Saat setelah si kakak mandi dan nyisir rambutnya sendiri, sebelum si adek pake baju lengkap. MasyaAllah lucu sekali bersama mereka..bersama si kakak yang sayang sekali sama adeknya..bersama adek yang murah senyum dengan masih ada susu di dalam mulutnya..meski sudah disendawakan ya tetep saja gumohnya tak henti-henti =DDD

Seru. Pokoknya seru banget deh kehidupan mamak dengan dua batita. Alhamdulillah.

#30haribercerita





Kamis, 19 April 2018

Dokter Kandungan Kehamilan Pertama

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wah..ini nih postingan yang dari dulu ingin saya tulis tapi gak jadi-jadi..hehe. Jadi, awal kehamilan pertama dulu membuat saya jadi rajin browsing tentang Dokter Spog yang recommended. Waktu itu sih saya search sekitaran Cinere dan Depok saja karena saya memang tinggal di Depok yang dekat ke Cinere. Waktu itu saya mencatat beberapa nama dokter recommended seperti dr. Dewi Prabarini RS. Puri Cinere, dr. Dewi Kooskurniawati RS. HGA, dr. Waluyo Turatmo RS. PUri Cinere, dan dr. Anisar Lestaluhu RS. Asy-Syifa Depok. Sebenarnya ada banyak dokter recommended di RS sekitaran Margonda, tapi memang saya dan suami dari awal tidak mau ke Margonda, makanya tidak saya cari tahu lebih detail.

Nah tidak semua dokter yang sudah saya catat namanya itu saya datangi untuk periksa rutin karena saya hanya periksa ke Rumah Sakit Puri Cinere dan RS. Asy-Syifa Depok. Dan untuk dokter Waluyo sudah fix tidak saya datangi juga karena saya dan suami sepakat untuk hanya periksa ke dokter kandungan wanita, kecuali untuk persalinan yang mendadak, kami sepakat untuk tidak masalah dokter pria atau wanita kalau kondisi memang tidak bisa sejalan dengan keinginan. Ohya, ada 1 rumah sakit yang kami datangi selain RS. Puri Cinere dan Asy Syifa, karena saat itu kondisi saya ngeflek di kantor, jadilah saya dan suami langsung cek kehamilan ke Rumah Sakit Evasari di Jakarta Pusat. Nah, langsung saya review saja ya..dokter-dokter yang saya datangi saat kehamilan pertama saya. Berikut reviewnya:

1. dr. Anisar Lestaluhu, RS. Asy-Syifa Depok

Ini nih dokter Spog pertama yang saya datangi..hehe..setelah test pack menunjukkan hasil positif, saya langsung cek kehamilan dong ke Rumah Sakit Asy-Syifa. Padahal waktu itu baru telat 3 hari..hehe. Nah sama dokter Anisar ini jelaslah saya disuruh cek lagi 2 minggu kemudian karena memang USG belum kelihatan apa-apa. Awalnya saya pikir ini dokter agak ketus..jarang liat muka saya dan senyum..hehe saya berharapnya dokter tuh ramah banget ngobrol menatap wajah sambil senyum..hehe lebay sih saya. Tapi lebih dari 2 kali saya cek kehamilan ke beliau, saya sih nyaman sama beliau ya. Ternyata cara ngomongnya yang memang tegas bukan ketus dan terlihat sekali beliau pengalaman sekali. Nah yang saya suka kalau periksa ke beliau ini, penjelasan usg nya detail sekali. Dengan sabar nunjukin ini kepalanya, tangannya, kakinya, pokoknya semua bagian tubuh janin ditunjukan satu per satu oleh beliau sampai kita bisa melihatnya. Kadang kan saya suka gak ngeh ya..yang mana..tapi dokter anisar ini bener-bener nunjukin sampai saya melihatnya. dokter Anisar juga bukan tipe dokter yang langsung meresepkan vitamin atau obat tanpa bertanya dulu ke kita. Saya cocok dan lumayan sering periksa ke beliau karena memang RS Asy-Syifa dekat sekali dengan rumah saya. Tapi saya tidak menjadikannya sebagai dokter kandungan yang saya minta untuk membantu persalinan saya sih..karena memang saya menentukan akan melahirkan di RS. Puri Cinere.

2. dr. Fakriantini Jaya Putri, RS. Puri Cinere

Dokter Fakriantini ini panggilannya dokter enny. Pertama kali saya cek kehamilan ke RS. Puri Cinere ya diperiksa sama dokter enny ini. Ceritanya waktu itu saya daftar untuk periksa ke dokter Dewi, tapi antrian dokter dewi sudah sangat panjang. Jadilah saya ditawari ke dokter enny yang antriannya masih sedikit. Suami langsung setuju mengingat dia tipe yang gak suka antri lama..hehe. Akhirnya saya setuju juga. Kesan pertama dokter enny menurut saya baik tapi kok kayaknya beliau itu kurang cerewet..hehe waktu itu saya berharap dokter yang bakalan banyak cerita ke saya ini itu..maklum saya ibu hamil baru yang banyak gak ngertinya dan saya memang agak pendiam sih orangnya. Tapi dokter enny memang menjelaskan dengan detail sih ya terkait apa yang kita tanyakan dan beliau juga di akhir selalu bertanya "gimana bu sudah jelas? dan gimana bu masih ada pertanyaan lagi?".

Tapi meskipun kesan awal saya biasa saja, dokter enny ini menjadi dokter tetap saya lho. Pernah sih saya kecewa sama beliau, karena saat saya lagi di usg, beliau asik ngobrol bercanda sama perawat, jadinya tidak menjelaskan detail per bagian tubuh janin ke saya. Tapi ya hanya sekali itu saya kecewa, selebihnya saya percaya sama beliau dan lama-kelamaan beliau ini asyik juga orangnya. Ohya beliau juga yang nawarin nomor whatsappnya, jadi kalau saya mau tanya apa-apa yang mendadak bisa WA beliau. Mendekat 9 bulan saya dan suami juga memutuskan untuk menjadikan dokter enny ini sebagai dokter yang akan saya minta untuk membantu persalinan saya. Senangnya, beneran dokter enny bisa membantu persalinan saya. Lebih senangnya lagi, dokter enny ini pro normal banget lho...Jadi waktu itu jujur saya sudah lemas sekali karena kontraksi setiap 5 menit dari jam 6 sore sampai jam 8 pagi dan saya juga gak bisa tidur selama itu, dan dalam pikiran saya sudah kepikir caesar, dan dokter enny bilang ke saya "kamu lahiran normal ya..pokoknya ibu harus semangat..pasti bisa"..dan alhamdulillah beneran bisa lahiran normal.

Ohya ketika melahirkan selesai, saya kan perlu 1 jahitan tuh..jahitan dokter enny ini rapi sekali dan saat itu saya gak sadar lho kalau dijahit. Pokoknya dokter enny ini jadi dokter tetap saya dari mulai cek kehamilan pertama, cek pasca kehamilan, pasang dan lepas spiral, sampai cek kehamilan kedua sekarang ini.

3. dr. Ridwan, RS. Evasari

Saya dan suami mendatangi dokter Ridwan di RS. Evasari karena saat itu saya ngeflek di kantor dan rumah sakit ibu dan anak terdekat yang saya tahu ya RS. Evasari ini. Kalau memilih dokter Ridwan padahal beliau dokter laki-laki, itu karena dokter yang paling cepat bisa ditemui saat itu dokter Ridwan. Padahal saat itu saya sedang cemas-cemasnya takut kenapa-kenapa dengan dedek kei dalam perut saya, yang intinya ingin sekali cepat diperiksa untuk melihat kondisi dedek bagaimana. Bersyukur, dokter Ridwan ini dokternya baik, tenang, ramah, dan santai sekali..membuat saya dan suami berkurang cemasnya. Apalagi setelah dibilang kalau dedek kei sehat-sehat saja, ngeflek karena saya kecapean, dan saya diminta bed rest dulu. Maklum saat itu, usia kandungan saya 2 bulan dan saya setiap hari menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan pulang pergi kantor dengan motor. Tapi periksa ke dokter Ridwan ya sekali itu saja.

4. dr. Dewi Prabarini, RS. Puri Cinere

Saya dan suami akhirnya mencoba mendatangi dr. Dewi Prabarini juga meski antriannya panjang. Ternyata benar lho kalau beliau itu talkactive orangnya. Selain talkactive, orangnya juga baik, ramah, dan detail juga penjelasannya. Tapi menurut saya penjelasan usg ya hampir sama dengan dokter enny, agak cepet. Beliau ini juga sibuk sepertinya, banyak jadwal kegiatan, makanya ketika bulan depannya saya mau cek ke beliau lagi, ternyata beliau lagi gak praktik, ya saya balik lagi ke dokter enny.

Nah, itulah review dari saya. Hmm..sedikit ya..dokter yang saya review juga sedikit sekali, maklum saya saat itu gak berpindah-pindah Rumah Sakit. Tapi over all, saya cocok dengan dokter enny. Berasa sudah nyaman dengan dokter enny. Rasa nyamannya juga baru didapet ketika hamilnya sudah besar, ternyata beliau ini baik dan mendukung sekali.

Sekian reviewnya ya, next time InsyaAllah saya sharing review dokter kandungan kehamilan kedua. Semoga masih diberi kesehatan dan kesempatan kedepannya..Aamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 11 April 2018

Menyapih Dengan Kasih Sayang

Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhirnya, sampai juga ke tahap menyapih anak. Gimana rasanya? hmmm...Alhamdulillah saya menyapih dengan tenang. Jadi ceritanya, saya tuh tipe emak yang santai banget..termasuk soal menyapih..pikiran saya dari dulu ya saya maunya biarin anaknya yang berhenti sendiri yang penting udah diomong-omongin terus untuk berhenti mimik (pembahasaan saya untuk menyusu) kalau sudah 2 tahun. Jadi gak ada tuh rencana pake diolesin minyak kayu putih, lemon, atau apapun lah.

Nah dari Kei 22 bulan tuh udah saya sounding.."nanti klo kei 2 tahun gak mimik lagi karena kei sudah besar dan sudah tidak perlu mimik lagi..kebutuhan kei sudah cukup dengan minum air putih, susu kotak, dan jus buah". Tapi kenyataannya kok saya nangkepnya kei belum mau merespon sounding saya soal berhenti mimik ya..bahkan di usianya yg 23 bulan..makin heboh mimiknya. Bentar-bentar minta mimik..kalau bubunya gak buru-buru ngasih mimik..langsung main buka baju bubunya aja -___-

Sampai ke tahap saya mulai lelah, soalnya saya lagi hamil muda, lagi mual-mual, pusing, dan lemes tapi Kei heboh banget mimiknya, Ya Allah badan rasanya lemes pisan. Dicobalah gak kasih kei mimik, saat itu usia kei 23 bulan akhir, dan kei nangis heboh, ngamuk mukul-mukul saya, dan akhirnya saya dan suami gak tega dan berakhir dengan ngasih kei mimik lagi. Keesokan malamnya dicoba lagi dan berujung sama. Gagal lagi. Akhirnya saya memutuskan sesuai pikiran awal..santai aja lah..biarkan Kei mimik dulu dengan puas. InsyaAllah saya hamilnya kuat. Bahkan dokter kandungan saya juga bilang kalau menyusui tandem gak masalah kalau kondisi saya kuat.

Meskipun saya sudah memutuskan untuk tetap lanjut menyusui Kei sampai dia mau berhenti sendiri, tapi badan saya semakin lelah dan lagian sakit banget saat menyusui berasa digigit sepanjang menyusui, mungkin hamil membuat PD saya makin sensitif. Itu membuat saya jadi ingin sekali menyapih Kei. Tapi jujur saat itu gak tau caranya bagaimana cara menyapih Kei tanpa drama yang ujung-ujungnya berakhir saya dan suami gak tega. Saking bingungnya saya, saya jadi rajin banget berdoa minta Allah mudahkan jalan saya menyapih Kei dengan kasih sayang. Benar saja loh..gak lama Allah memberikan jawabannya. MasyaAllah.

Jadi, tanpa diduga dan direncanakan, suatu malam saat Kei berusia 2 tahun 6 hari, tiba-tiba badan saya demam sampai menggigil. Memang hari itu saya mulai batuk pilek dan mual muntah seharian sih. Kondisi saya yg demam menggigil gitu gak memungkinkan saya untuk menyusui Kei. Jadilah Kei digendong Ayahnya sambil dialihkan perhatiannya untuk gak mimik. Saat itu Kei nangis kejer minta mimik. Hampir 10 menit kei nangis, tiba-tiba terbersit di pikiran saya kalau Kei itu lebih tenang ketika ada adzan dan dibacakan ayat Alquran. Dengan masih demam, saya minta ke suami, biar Kei dipeluk saya aja. Trus Kei saya peluk sambil saya bilangin "Kei..kei sudah besar gak perlu mimik lagi, bubu lagi sakit jadi gak bisa ngasih kei mimik, sini bubu bacain Adzan dan bacain doa yaaa..Kei yang tenang ya". Beneran Kei tenang sampai akhirnya dia tertidur. Alhamdulillah bubu dan Ayahnya pun lega.

Lalu bagaimana tengah malam? Kei itu biasa kebangun minta mimik 2x kalau dini hari. Nah saat itu, setiap kei kebangun langsung saya tepuk-tepuk sayang sambil dibacain surat-surat pendek..Kei pun lanjut tidur tanpa mimik. Luar biasanya, ketika bangun tidur pagi, Kei langsung bisa dialihkan minum susu UHT dan dia gak minta mimik. Berawal dari hari itu pun, Kei sepenuhnya gak mimik lagi. Saya dan suami bersyukur sekali. Allah memang Maha Sayang dan Tahu Yang terbaik bagi hambaNya. Alhamdulillah.

Apakah kei benar-benar tidak minta mimik lagi? Enggak, hampir 10 hari Kei juga masih ingat untuk minta mimik. Tapi setiap kei minta mimik dan saya tolak dengan pengertian, dia langsung mengerti tanpa berontak. Percayalah..saya berasa ini seperti keajaiban. Alhamdulillah.

Salah satu nilai yang tertanam sekali dipikiran saya adalah berdoa minta ke Allah itu indah sekali ya..dan yakinlah Allah pasti akan memberikan jawaban dengan jalan yang terbaik menurut Allah. Jadi sekarang, saya sih mulai rajin berdoa dimudahkan Kei dalam toilet training. InsyaAllah Mei akhir saya akan memulai Toilet Training buat Kei. Kenapa Mei? karena saat itu saya bisa mengkhususkan beberapa hari cuti khusus untuk TT kei. Jadi saya kepingin fokus TT dalam seminggu, ini terinspirasi dari blog dokter laktasi yang pernah saya konsul. Mungkin saya akan menggunakan metode yang sama, makanya saya harus menentukan waktu yang sekiranya tepat dan saya pun bisa meluangkan waktu untuk fokus TT. Nah kalau sekarang saya masih mencari-cari ilmu tentang TT sih..Bismillah InsyaAllah bisa. Dan tentu saja, berdoa sama Allah.

Ok sudah dulu ya ceritanya..selanjutnya kalau sudah TT, InsyaAllah saya sharing di blog ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rabu, 21 Maret 2018

Alhamdulillah Sudah 2 Tahun

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah hari ini saya sedang merasakan syukur teramat sangat. Bagaimana tidak...saya merasa Allah telah memberikan begitu banyak nikmatnya dan anugerahnya kepada saya. Masih sangat teringat jelas bagaimana saya bahagianya ketika hamil pertama dimulai dari 2 tahun 9 bulan lalu sampai 2 tahun yang lalu. Kemudian betapa beratnya awal-awal pasca melahirkan yang saya tidak pernah bayangkan sebelumnya dan lalu betapa saya menikmati menjadi Ibu ketika Kei berusia 2 bulan dan ijin cuti besar sudah saya dapatkan. Lanjut dengan perjuangan yang melelahkan setiap harinya ketika cuti telah usai dan harus ngantor dengan jarak rumah kantor yang jauh, waktu bersama anak sedikit sekali, bahkan ketika itu menyusui menjadi satu-satunya kontak mesra dengan kei selama hari-hari bekerja. Sampai akhirnya, karena tidak tahan harus memiliki waktu yang sangat sedikit itu, saya dan suami memutuskan pindah tempat tinggal mendekat ke kantor. Saat itu Kei berusia 16 bulan. Alhamdulillah waktu bersama Kei jauh lebih banyak dan kemesraan kami bertiga pun lebih terjalin.

Bersyukur...iya bangeeettt. Apalagi kalau teringat saat seminggu pasca melahirkan dulu, ketika Kei dinyatakan bilirubinnya tinggi (biasanya disebut penyakit kuning) yang salah satu faktornya karena Asi saya yang belum keluar selama 3 hari dan kemudian keluar tapi tidak mencukupi. Saat itu sedih sekali karena Kei Kuning dan makin sedih ketika ada seseorang yang menyalahkan saya kenapa asi saya gak keluar...memangnya saya gak suka makan sayur ya pas hamil. Padahal kalau dekat dengan saya juga pasti tahu kalau sayuran itu favorit saya..mau matang atau mentah, saya pecinta sayur. Saat itu mental saya down sekali..tapi suami, kakak kandung saya, semua suster rumah sakit dan dokter kandungan saya selalu menyemangati saya. Sampai akhirnya Kei diperbolehkan pulang ke rumah.

Saat itu, pulang ke rumah juga menjadi berat bagi saya karena saya di rumah hanya dengan suami merawat Kei. Tidak ada pihak keluarga yang mendampingi kami, sedangkan saya masih minim sekali pengetahuan dan nol pengalaman tentang merawat bayi. Maklum saya anak bontot dan keponakan lahir pun beda kota. Saya hanya pernah membantu menjaga anak umur 2 tahun. Bertambah berat lagi ketika 4 hari pasca pulang dari rumah sakit Kei kembali Kuning. Saat itu saya sudah mencoba selalu menyusui Kei dan bahkan karena saya sadar asi saya belum cukup saya mencoba memberi kei sufor tapi tidak pernah berhasil karena Kei menolak dan saya terus menyusui langsung. Tapi memang ternyata belum cukup dan saat itu pun cuaca sedang tidak mendukung setiap pagi hujan. Sedih sekali saya..saat itu saya merasa belum menjadi ibu yang bisa mencukupi kebutuhan kei.

Sepulang dari rumah sakit yang kedua..karena Kei harus masuk nicu lagi selama 2 malam..akhirnya asi saya mulai mengalir dengan deras. Berat badan Kei pun langsung melonjak naik. Saya mulai tenang. Tapi ya itu..tidak berhenti disitu saja. Saya masih kewalahan mengurus Kei dan diri sendiri menjadi tidak terurus. Saya begadang setiap malam karena memang tidak ada orang yang buat gantian jagain Kei, suami saya harus bekerja dan mengendarai motor jarak jauh, kasihan dia kalau harus ikut begadang. Bahkan saya juga sering tidak tidur siang karena kalau siang saya susah tidur. Hehehe..dulu kei bangun dari jam 1 pagi sampai jam 6 pagi setiap hari dan selama bangun itu harus menyusu kalau tidak bakalan nangis heboh pokoknya. Sampai ketika Kei hampir 2 bulan dia terkena diare karena menurut dokter asupan makanan saya yang tidak seimbang. Nah berawal dari sinilah..keadaan jadi berubah. Saya jadi lebih tenang, lebih memperhatikan asupan makanan saya meski saya serepot apapun, dan lebih tegar. Ketenangan membuat saya lebih menikmati belajar banyak hal dan membuat saya menikmati setiap detik kebersamaan saya dengan Kei. Memandikan kei, memijat kei setiap hari, menyusui kei dan bermain bersama kei.

Sangat teringat, betapa saat pasca melahirkan menjadi saat yang berat dan saat itu saya hanya berpikir kalau saya harus kuat dan bertahan karena saya percaya Allah tidak mungkin memberikan cobaan yang melebihi kemampuan hambaNya dan saya tahu sekali kalau semua pasti akan terlewati. Benar saja, Alhamdulillah semua terlewati dengan indahnya. Pokoknya kalau saya ingat saat itu, saya tidak berhenti merasa berterima kasih Ke Allah. Betapa Maha kasih dan penyayangnya Allah kepada hambaNya.

Dan sekarang...tepat hari ini, 21 Maret 2018, Kei berusia 2 tahun. Si bocah ganteng yang belum mau disapih, si bocah ganteng yang kalau lagi ngambek hobi banget bilang "gak mau" apapun perkataan kita dijawab gak mau..hihi, si bocah lucu yang menggemaskan, si bocah cerdas yang tiap hari makin pinter, si bocah sholeh yang sayang sama ayah bubu dan adek baby. Bangun tidur tadi, saya cium-cium Kei dan bilang ke dia kalau hari ini umurnya 2 tahun..hehehe..dan kei tetap seperti biasa..satu kata yang selalu dia ucap setiap bangun tidur.."mimik"..hahaha..bubu dan ayah senyum-senyum meringis sambil mikir mulai kapan nih kita harus kuat menyapih nih bocah. Padahal sounding untuk gak mimiknya dari sejak Kei 21 bulan, tapi nyatanya usia 24 bulan Kei makin jatuh cinta dengan mimiknya..hehe. Dan bubu masih dengan doa kepada Allah untuk memudahkan dalam menyapih Kei.

Wah panjang ya curhatannya...hihi udah lama gak nulis, sekalinya nulis curhat panjang lebar. Yah begitulah saya emak-emak yang sedang ingin meluapkan kebahagiaan saya hari ini. Hari ini seperti setiap saat saya berdoa ke Allah..saya berharap semoga Kei menjadi pribadi yang sholeh taat kepada Allah, berbakti kepada ayah bubu, selalu dalam perlindungan Allah, diberikan kesehatan dan rahmat Allah, tumbuh dengan sehat, sempurna, cerdas, percaya diri dan pandai menyambung tali silaturahmi dan semoga kelak memiliki banyak teman yang sholeh, kelak meraih kesuksesan, menjadi pemimpin hebat yang adil dan bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, menjadi imam yang sholeh bagi dirinya, istri dan anak-anaknya kelak, dan kelak di hari tua ayah bubu, ayah bubu bisa menjadi sahabat bagi Kei dan Kei pun bisa menjadi sahabat bagi ayah bubu..Aamiin.

Maafkeun cerita yang panjang lebar ini..hihi...Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki kesehatan, keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua.. Aamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Minggu, 04 Juni 2017

NHW#3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah sudah pekan ketiga belajar di IIP. Pekan ketiga temanya tentang membangun peradaban dari dalam rumah. Dengan tema inilah, saya mendapat nice home work yang intinya:

a. Membuat surat cinta untuk suami
b. Menuliskan potensi kekuatan diri anak
c. Mencari kekuatan potensi diri sendiri, kemudian menengok kembali anak dan suami, selanjutnya membaca kehendak Allah mengapa saya dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg saya miliki.
d. Melihat lingkungan dimana saya tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan saya? adakah saya menangkap maksud Allah, mengapa keluarga saya dihadirkan disini?

Ok..mari saya uraikan satu per satu yaaa..

Membuat surat cinta untuk suami

Akhirnya saya buat surat cinta juga ...hihi..mengucapkan cinta ke suami sih sering tapi belum pernah dengan surat. Suratnya bisa dibaca di sini ya:
http://ceritabubucan.blogspot.co.id/2017/06/surat-untuk-kamu_4.html?m=1

Respon suami positif dan saya mendapat peluk cium lagiii..😁


Menuliskan Potensi Kekuatan Diri Anak

Anak saya baru satu dan baru berusia 14 bulan. Keinan namanya. Kekuatan dirinya masih terus berkembang dan saya pun masih terus memantau perkembangannya. Kalau sekarang keinan tertarik dengan banyak hal terutama hal baru. Masih penasaran banget dengan semuanya. Keinan aktif sekali anaknya, di rumah kerjaannya ya jalan sana sini, lari sana sini, ambil barang sana sini, bawa barang sana sini, main ini itu, yah begitulah. Lucu sekali melihatnya.

Kalau yang saya lihat..keinan lebih unggul dalam perkembangan yang terkait fisik. Kayak-kayaknya sih bakalan suka olahraga. Keinan suka bergerak, suka bola, suka sepeda, suka lempar-lempar bola dan kadang sudah bisa nendang bola.

Keinan juga sekali dengan setir mobil dan sepeda motor dan tertarik sekali dengan roda..yah pokoknya cowok banget.

Keinan suka tersenyum dan suka saat berada di keramaian banyak teman..semoga nanti gedenya menjadi anak yang pandai bersosialisasi dan pandai menyambung tali silaturahmi..Aamiin

Keinan juga suka dengan musik. Senang sekali main petik gitar ayahnya dan pasti langsung joget kalau denger musik..hihi lucu deh liatnya.

Hmmm...semoga menjadi anak sholeh ya keinan sayang 😘


Potensi Kekuatan Diri Sendiri

Saya ini kuat dan tegar, optimis kadang ambisius, terencana tapi tidak saklek, suka anak kecil, dan bertekad sekali untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anak saya.

Saya ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang pendidikannya minim, bukan salah orang tua saya kalau mereka memiliki cara pandang tentang pendidikan dan tentang banyak hal yang berbeda dengan cara pandang saya. Karena perbedaan generasi yang terlalu jauh dan faktor pendidikan jugalah..jadinya banyak sekali yang saya merasa tidak saya dapatkan dari orang tua saya.

Belajar dari pengalaman hidup saya dan bagaimana saya dan suami dibesarkan..InsyaAllah saya dihadirkan dalam keluarga ini untuk selalu belajar dan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga saya dengan penuh kasih sayang.


Melihat Lingkungan Saya Tinggal

Alhamdulillah saya dan suami sudah memiliki rumah sendiri. Tempat kami membangun keluarga. Kami tinggal di komplek perumahan lama. Dengan lingkungan yang sebagian besar saya umurnya seusia anak-anak tetangga saya. Maklum komplek lama, jadinya sebagian besar penghuni komplek jauh lebih tua dari saya. Bergaul dan berkomunikasi dengan mereka menjadi tantangan banget bagi saya.

Mengapa keluarga saya dihadirkan di lingkungan ini? ya agar kami, yang waktunya banyak dihabiskan di kantor dan perjalanan, belajar bersosialisasi. Dan Alhamdulillah kami bertetangga baik dengan rumah di sekitar kami.

Baiklah, itulah uraian NHW saya. Semoga memberikan nilai positif bagi pembaca dan menyemangati saya sendiri juga 😊

Wassalamualaikum wr. wb.

Surat Untuk Kamu

Sayangku,
aku ditugasi buat surat nih buat kamu..hihi
mumpung lah yaaa..kan aku belum pernah nulis surat buat kamu sebelumnya 😁
Jadi ini adalah "surat cintaku yang pertama" *sambil nyanyi*

Teman hidupku,
makasih ya selama ini telah menemani hari-hariku
Terima kasih telah sabar menghadapi aku yang mood swing nya kelewatan..kadang baik lembut, kadang jutek, kadang bercanda, kadang so serious, kadang otoriter, kadang nurut banget, kadang galak, kadang mellow abis..hehe banyak lah..kamu tau banget pastinya
Terima kasih sudah dan berusaha mengerti aku
Terima kasih telah menyayangiku
dan
Terima kasih telah melamar dan menikahiku
Aku bersyukur

Beruangku,
Kamu tuh jago banget yaaa..
Membuatku tertawa
Membuatku tersenyum
Membuatku gemes
Membuatku pengen ngunyel2 kamu..hahaha

Gantengku,
Terima kasih berkat kamu kita punya anak cowok yang ganteng juga
anak cowok yang mirip banget kamu..tapi mirip aku juga lho 😉
anak cowok yang lucu dan gemesin juga kayak kamu 😍
Mari kita rawat dan besarkan anak kita dengan penuh kasih sayang yuk..
Mari kita ajarkan kebaikan dan kebenaran
Mari kita berikan kebahagiaan dan ajarkan kebahagiaan ke anak kita yuk
Agar anak kita tahu kalau kita sayang sekali dan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka (anak kita Insya Allah 3 kan? hihi masih kode)
Agar anak kita tahu kalau keluarga adalah prioritas, prioritas yang nyaman, tempat yang membahagiakan, tempat yang selalu bisa dituju saat suka maupun duka, tempat untuk belajar dan untuk berbagi, dan tempat dimana mereka tahu kalau mereka tidak pernah sendiri
Ohya..tolong bantu aku ajarkan bagaimana menjadi lelaki yang penuh tanggung jawab kepada keinan ya..bagi aku kamu lelaki yang penuh tanggung jawab..dan semoga anak lelaki kita juga tumbuh menjadi lelaki yang tanggung jawab dalam segala hal..Aamiin

Lelakiku,
Kamu tuh romantis dengan caramu
Tapi aku sukaaa..
Terima kasih atas ucapan sayangmu kepadaku setiap hari
Terima kasih atas peluk cium yang selalu kamu berikan setiap pagi sebelum ngantor, sebelum makan kalau di rumah, sebelum tidur, hmmm..masih banyak momen dan sering yaaa..
Tapi-tapi buat tambahan kalau mau pake surprise2 romantis kecil lainnya boleh lhooo..*kode lagi*

Pop-pop sayang,
Terima kasih sudah mengerti dan memahami nana yang pelupa ini
Setiap pagi sebelum ngantor kamu hampir selalu ngecek tas aku..aku sudah bawa hape, bolt, dan dompet apa belum..
Terima kasih sudah sering mengingatkan aku banyak hal
Terima kasih sudah mengerti dan memaklumi aku yang suka sekali berpikiran jauh tentang masa depan..pelaksanaanya kapan suatu saat nanti tapi persiapan browsing-browsing sudah dari sekarang 😒
Termasuk panggilan pop-pop nana ini..ckckck..
Bismiilah..semoga kita diberi umur panjang dan kesempatan untuk dipanggil pop-pop nana sama cucu-cucu kita yaaa..Aamiin.

Suamiku,
Terima kasih sudah menjadikan aku dan anak kita prioritas bagi kamu
Aku tahu sekali kamu ingin dan berusaha sekali untuk membahagiakan kami
Terima kasih sudah sabar dan sering menolong aku dalam pekerjaan rumah tangga
Terima kasih kamu sering bantu aku merawat keinan (nyuapin makan, ganti popok, nemenin main, dll)
Terima kasih kamu bisa berbagi cerita, suka ataupun duka
Semoga kita bisa menjadi pasangan yang lebih baik, saling menyayangi, saling mengagumi, saling mendukung dan membesarkan, saling mengingatkan kebaikan, dan saling mengerti
Semoga kita bisa menjaga komitmen, kesetiaan, dan selalu memupuk cinta
Semoga kita tetap bisa menjaga romantisme kita sampe kita menjadi pop-pop nana nanti yaa..sampai akhir hayat..
Aamiin

Love you sayang
Aku sayang kamu
😍😘

Minggu, 28 Mei 2017

Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah materi kedua di minggu kedua program Matrikulasi IIP sudah disampaikan yang intinya mengenai Apa itu Ibu Profesional, tahapan-tahapan menjadi Ibu Profesional dan indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional. Sharing detil tentang materi ini next time yah. Anyway yang sangat saya garis bawahi di materi tersebut adalah indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional, apa itu?, yaitu "Menjadi Kebanggaan Keluarga", diuraikan karena anak-anak dan suamilah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. Huhu,,terharu dan termotivasi untuk menjadi ibu dan istri terbaik deh.

Nah terkait materi itu lah, NHW kali ini para peserta diminta membuat checklist indikator profesionalisme perempuan sebagai individu, istri, dan ibu. Intinya sih kami diminta untuk membuat indikator yang kami sendiri bisa menjalankannya. Untuk membuat checklist tersebut, sebagai referensi, kami bisa menanyakan atau diskusi dengan suami dan anak tentang indikator semacam apa saja sih yang bisa membuat suami dan anak bahagia.

Nah lewat post ini lah saya share indikator profesionalisme yang saya buat. Berikut ya indikator-indikatornya:

Bissmillah, semoga checklist indikator di atas bisa saya terapkan..hehe. Anyway..membuat indikator begini menginspirasi sekali ya..menurut saya sih jadi lebih termotivasi dan langkah menuju perbaikan diri lebih tertata. Okay...nanti saya akan buat checklist lebih detil tentang apapun ahh..tapi checklist di atas saja ya yang saya share..hihi ^^

Ok..sekian dulu ya post saya kali ini.

Mari kita terus belajar dan terus melangkah ke perbaikan diri yang lebih baik. Never ending learning \(^o^)9

Wassalamualaikum wr. wb.


Minggu, 21 Mei 2017

Ilmu yang Ingin Saya Tekuni Dalam Hidup Ini

Assalamualaikum wr. wrb.

Alhamdulillah materi pertama dalam kelas matrikulasi ibu profesional sudah didapat dan sudah didiskusikan juga. Nah, setelahnya sudah menjadi tugas para ibu peserta termasuk saya untuk mengerjakan NHW. Karena materi pertama mengenai Adab Menuntut Ilmu, maka NHW pertama ini pun terkait dengan materi tersebut, yaitu mengenai ilmu apa yang ingin ditekuni dalam kehidupan ini beserta alasannya, strategi untuk menuntut ilmu tersebut dan adab dalam mencari ilmu tersebut.

Ok..satu per satu ya...akan saya uraikan tentang ilmu yang ingin saya tekuni dalam hidup ini.

Dalam hidup ini saya punya cita-cita untuk menjadi istri terbaik bagi suami saya dan menjadi ibu terbaik bagi anak-anak saya. Menurut saya, untuk mencapai cita-cita tersebut saya butuh ilmu-ilmu terkait manajemen keluarga yaitu ilmu apapun yang saya butuhkan dalam mengelola keluarga saya dengan usaha terbaik.

Untuk saat ini yang ada dalam benak saya, ilmu-ilmu tersebut antara lain ilmu agama, parenting, manajemen keuangan keluarga, keterampilan diri, dan ilmu kebugaran dan kesehatan.

Ilmu agama menjadi sangat penting bagi saya karena agama merupakan pondasi untuk segala hal. Oleh karena saya seorang muslim, saya ingin sekali belajar Alquran dan hadist karena seluruh sisi kehidupan dan bagaimana seorang muslim harus menjalaninya telah dijelaskan didalamnya. Saya ingin anak-anak saya menjadi orang-orang yang taat dan bertaqwa kepada Allah, maka saya ingin memulainya dari diri sendiri dan mampu memberikan teladan yang baik untuk mereka dan tentu saja sambil mengajarkan agama kepada mereka.

Ilmu parenting menjadi ilmu yang memang harus saya pelajari kalau saya tidak ingin salah dalam membesarkan dan mendidik anak. Saya ingin menjadi sosok ibu, sosok guru, dan sekaligus sosok sahabat bagi anak-anak saya. Melihat fenomena ada sosok ibu yang tidak mengerti karakter anak, sosok ibu yang tidak sabar, sosok ibu yang menasihati dengan menggurui, atau bahkan seperti dikatator yang memaksakan kehendak, dan hobi sekali melarang tanpa alasan yang benar, membuat saya bertekad untuk menjalani hari-hari saya bersama anak dengan penuh kasih sayang dalam segala hal. Untuk mencapai itu..ya saya perlu ilmunya karena segala sesuatu memang ada ilmunya kan?.

Manajemen keuangan keluarga perlu saya pelajari karena seperti kata suami saya kalau saya ini manajer keuangan keluarga. manajemen keluarga ini lingkupnya untuk keuangan di saat sekarang ataupun untuk kedepannya.

Lalu terkait keterampilan diri, hehe...kalau ini lebih ke aktualisasi diri sih. Saya ini pengen jadi istri dan ibu terbaik..jadinya ya, menurut saya sih, saya harus bisa banyak hal. Bisa memasak dengan enak, bisa menjahit, bisa jualan, lancar berbahasa inggris, dan bisa nyetir mobil menjadi target bagi saya.

Ilmu kebugaran dan kesehatan ternyata penting ya buat ibu rumah tangga, terutama saya yang merupakan ibu baru. Saya ini merawat bayi yang sekarang sudah 13 bulan dari awal hanya berdua saja dengan suami, tanpa pendampingan dari orang tua ataupun saudara, maklum orang tua saya sudah berpulang dan saudara-saudara saya jauh-jauh dan sibuk juga. Palingan ya saya nelpon saudara untuk nanya ini itu. Kondisi inilah yang membuat saya merasa perlu banget belajar tentang kesehatan. Hehe..inget banget pas awal-awal pasca melahirkan saya sering bingung, apalagi pertama kali anak sakit, pikiran saya langsung kalut..hehe..tapi karena itu lah saya menjadi belajar dan mau lebih belajar lagi. Ohya kebugaran juga perlu lho bagi saya..saya ini kadang iseng sering mencari tau terkait teknik dan tips olahraga ini itu..meski banyak yang belum dipraktikan 😁. Yah intinya sih, saya ingin saya sehat dan tetap bugar sampai tua nanti..biar awet muda..hihi. Saya pun inginnya anak saya hidup sehat, dan terbiasa dan suka dengan olahraga.

Lalu apa saja yang saya lakukan dan saya rencanakan untuk mencari ilmu-ilmu tersebut? hmmm...banyak ya. Saya poin-poin saja deh biar enak:

Ilmu Agama
* Membaca alquran dan hadist, dan mulai belajar menghapal..hehe biar nanti kalau mau mengajarkan anak untuk menghapal alquran saya nya juga gak kalah hapalannya.
* Mendengar kajian..biasanya sih di sela-sela jam istirahat kantor saya suka mendengar kajian dari youtube. Kedepannya akan terus saya lakukan, karena masih banyak banget materi yang perlu diketahui.
* InsyaAllah nanti kalau saya sudah tidak bekerja kantoran full time..saya ingin kursus atau sekolah untuk bisa membaca Alquran dengan benar dan belajar tentang isi Alquran dan hadist.

Ilmu Parenting
* Membaca buku-buku parenting
* Menonton video parenting
* Mengikuti seminar atau kegiatan parenting
* Mengikuti kelas-kelas edukasi anak dengan bermain
*InsyaAllah tengah tahun ini akan mengambil kuliah S1 PAUD di UT. Bismillah semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi saya untuk saya implementasikan sendiri bagi keluarga saya ataupun buat masyarakat nantinya kalau saya mau mendirikan TK sendiri (hehe salah satu mimpi saya nih).

Manajemen Keuangan Keluarga
* Membaca buku terkait keuangan dan investasi
* Belajar berbisnis kecil-kecilan, kalau sekarang lagi belajar menjadi reseller.

Keterampilan Diri (aktualisasi diri)
* Belajar memasak, mencoba berbagai resep, dan kedepannya saya pengen deh kursus baking dan menghias..hehe.
* Belajar menjahit lanjutan, Alhamdulillah dasar menjahit sudah pernah kursus.
* Pengennya saya dan suami, nanti saat anak sudah masuk 2 tahun dalam 1 minggu ada 2 hari khusus berbahasa inggris, jadi ya saya yang sekarang bahasa inggrisnya masih pasif ini perlu lebih belajar vocab dan grammar untuk percakapan.
* InsyaAllah tengah tahun ini kursus setir mobil biar saya bisa antar jemput anak ke depannya.
*Melanjutkan S2 Manajemen, mengingat S1 saya jurusannya manajemen Usaha Kecil Menengah, jadi nanti S2 inginnya ambil jurusan SDM. Bismillah (meski masih harus menunggu sekitar 5 tahun lagi untuk bisa S2).

Ilmu kesehatan
* Browsing dan membaca artikel kesehatan
* Mengikiti seminar/talkshow kesehatan
* konseling ke dokter/konselor terkait, misalnya saya pernah konseling ASI dan MPASI ke konselor laktasi

Kemudian terkait materi Adab Menuntut Ilmu yang sudah saya dapat, perubahan sikap apa saja yang akan saya perbaiki?. Ikhlas dan membersikan jiwa dari hal-hal negatif menjadi poin yang ingin saya lakukan terlebih dahulu. Jujur ya kadang saya dalam menuntut ilmu masih suka merasa "terpaksa" dan kadang ada perasaan "ahh yang ini saya sudah tahu". Hal itu membuat ilmu yang masuk tidak saya terima dan pahami secara optimal kan jadinya. Jadi, kedepannya semoga bisa lebih ikhlas dalam menuntut ilmu dan tidak ada lagi perasaan sombong merasa lebih tahu.

Wah panjang ya cerita saya..yah itulah sekilas (tapi panjang ceritanya) apa yang ada dalam benak saya sekarang, terkait ilmu apa yang akan saya tekuni. Semoga saya bisa meraihnya dan ketika saya sudah bisa meraihnya semoga bisa bermanfaat bagi banyak orang..Aamiin.

Ok, sekian dulu ya..next time cerita-cerita lagi 😁

Wassalamualaikum wr. wb.

Sabtu, 20 Mei 2017

Program Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Assalamualaikum wr. wb.

Sudah lama ya saya tidak menulis. Nah kali ini mau gak mau saya harus nulis nih..loh??? hehe..soalnya sekarang saya lagi ikutan program yang sayang banget kalau tidak saya share ilmu atau kegiatannya di blog saya ini...yang mungkin saja bisa bermanfaat juga bagi yang membaca.

Jadi, program apakah itu?. Namanya Program Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Saya yakin sekali kalau program matrikulasi Institut Ibu Profesional ini diikuti oleh para ibu dan calon ibu yang memang ingin belajar menjadi atau menyiapkan untuk menjadi ibu profesional..sosok yang lebih baik untuk keluarganya. Sedangkan Institut Ibu Profesional itu sendiri merupakan komunitas ibu atau calon ibu yang peduli akan peningkatan kualitas hidup berbangsa dan bernegara melalui pendidikan anak dan keluarga.

Trus seperti apa programnya? Kebetulan program matrikulasi yang saya ikuti ini baru berjalan hampir 1 minggu jadi baru ada 1 kali pertemuan kelas pagi untuk memberikan materi via whatsapp dan 1 kali kelas malam untuk diskusi tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan di pagi harinya.

Nah, berdasarkan yang sudah dijelaskan oleh fasilitator..intinya sih program matrikulasi ini memiliki jadwal dan tahapan2 belajar bagi para peserta. Setiap dalam 1 minggu akan ada kelas untuk memberikan materi, ada kelas untuk diskusi tanya jawab, dan ada kelas cemilan..hehe. Tidak lupa juga setiap dalam 1 minggu juga ada tugas bagi para ibu/calon ibu peserta yaitu mengerjakan Nice Home Work (NHW). Setuju deh ada NHW, agar peserta bisa lebih memahami materi yang disampaikan. Ngomong-ngomong NHW, ke depannya NHW saya akan saya tulis di blog ini..hehe..lagi-lagi sayang kalau tidak ditulis di blog saya ini 😁

Ohya Kelas matrikulasi ini bukan kelas tatap muka langsung ya..jadi semua disampaikan dan didiskusikan via online. Lebih fleksibel lah ya buat para ibu/calon ibu yang kerjaannya seabrek.. hehehe.

Lalu kesan saya tentang program ini apa?. Hmmm...saya acungin jempol deh untuk program ini. Saya bersyukur sekali bisa mengenal program kelas matrikulasi institut ibu profesional ini. Awalnya saya tahu dari seorang teman yang upload foto sertifikat kelulusan di kelas matrikulasi ibu profesional sebelumnya. Saya tertarik dan teman saya pun memberikan link untuk mendaftar dan bergabung di kelas matrikulasi ini. Sedangkan, kalau soal belajarnya.. hehe maafkan saya..yang tidak bisa aktif di kelas. Kelas pagi dilaksanakan saat saya bekerja, kelas malam dilaksanakan saat saya baru sampe rumah dari pulang kantor dan saya fokus sama suami dan anak saya yg masih berusia 13 bulan. Sepulang kantor mah anak saya langsung menclok nempel terus, menyusu sepuas-puasnya, maklum ditinggal kerja lama. Trus kalau weekday..malamnya saya juga sudah terlalu lelah untuk membuka hape. Ini saja saya nulis di saat suami dan si kecil sudah terlelap dan mumpung besok hari libur..hehe.

Harapan saya, saya bisa mendapatkan tambahan ilmu, saya bisa belajar, kemudian saya bisa menjadi ibu yang lebih baik, dan akhirnya saya bisa menularkan kebaikan itu ke keluarga dan masyarakat. Aamiin.

Ok...saya nulis lagi di NHW yaaa 😂

Salam Ibu Profesional 😊
Wassalamualaikum wr. wb.

Selasa, 07 Februari 2017

Hariku Menjelang Kelahiran Buah Hati Tersayang


Assalamualaikum wr. wb.

Wah sudah lama yaa..saya tidak menulis di blog. Nah sekarang..akhirnya saya bangkit juga dari kemalasan saya untuk menulis di blog..hihi. Maklum lah yaa..sudah ada baby Keinan. Apalagi Keinan hobi banget nyusu, jadilah saya lengket terus dengan Keinan. Kalau sudah lengket begitu, rasanya males ngapa-ngapain..hihi.

Kali ini saya mau bercerita tentang hari-hari menjelang kehadiran Keinan di dunia ini. Hmm..langsung senyum-senyum sendiri saya kalau flashback saat-saat itu. Luar biasa pokoknya.

Berawal dari cuti persalinan saya yang dimulai dari tanggal 1 Maret 2016 (waktu itu usia kandungan 35 minggu), kerjaan saya di rumah ya jalan pagi habis beli nasi uduk yang tempatnya lumayan jauh dari rumah (perginya nebeng suami yg mau berangkat ke kantor), makan, tidur, nonton TV, dan tentu saja mulai sedikit-sedikit merapikan perlengkapan bayi yang sudah dibeli termasuk mencuci dan menggosok baju bayi. Waktu itu saya masih belum punya orang yang bebantu nyuci gosok soalnya, jadi ya nyuci sendiri, itung-itung olahraga dan wow bahagia banget pertama kali nyuci dan gosok baju bayi..lucuuunyaaa. Jadinya nyuci sambil senyum-senyum sendiri. Sama seperti pertama kali nyuciin pakaian suami dulu, senyum-senyum sendiri.

Ngomong-ngomong olahraga, sabtu weekend minggu pertama cuti (usia kandungan 36 minggu), saya ikut senam hamil sebelum periksa kandungan di Rumah Sakit Puri Cinere. Wahh..enakk banget lhoo..saya nyesel baru dateng saat usia kandungan sudah 36 minggu. Habisnya setiap weekend sebelum itu rasa-rasanya kok banyak banget ya jadwalnya..jadi gak sempet ikut senam hamil. Jadi... senam hamilnya didampingi sama bidan (waktu itu didampingi bidan Susie). Bidannya super baik dan ramah. Sebelum praktek senam, ada materinya dulu. Waktu itu materinya pijat bayi. Alhamdulillah, setelah keinan usia 2 bulan, saya bisa mempraktekan setiap hari, sebelum keinan usia 2 bulan saya masih ragu-ragu. Pokoknya ikut senam hamil recommended banget..selain senam, dapat ilmu juga. Apalagi bagi saya yang calon ibu baru.

Minggu kedua cuti..saya kadang mengalami seperti kram hebat pada paha dan pinggul saya. Kadang saya bertanya-tanya sendiri apa ini ya..yang namanya kontraksi palsu. Saya tanya lah sama Dokter enny, dokter kandungan saya, katanya sih itu akibat berat bayi yang semakin besar. Makanya saya disuruh rajin senam hamil. Katanya biar otot-otot dasar pinggul semakin kuat dan tentu saja mengurangi pegal-pegal.

Nah..hari Sabtu di minggu kedua cuti, saya sama suami seharian jalan-jalan di Citos, makan siang sekalian beli kasur bayi dan beberapa baju jalan buat dedek nantinya. Dari siang sampe sore tuh jalan terus. Malemnya bukannya pulang..eh kami malahan melipir ke One Bell Park buat nonton divergent allegiant. Jadilah kami baru sampe rumah malem.

Nah, yang bikin saya degdegser... waktu saya buka pintu mobil, kaki saya napak pinggir jalan depan rumah yang berlubang. Alhasil saya langsung jatuh duduk. Panik banget di hati..Ya Allah..semoga dedek gakpapa. Suami juga langsung kaget ngliat saya jatuh gitu, tapi dia tenang dan nenangin saya, katanya semoga gakpapa. Sesampe dalam rumah, langsung lah saya chat dokter enny, katanya klo dedek masih bergerak, InsyaAllah gakpapa. Alhamdulillah dedek masih gerak-gerak. Tapi kok ya perasaan saya gimanaa gitu..haha parno sendiri.

Entah kenapa pas saya bangun paginya perasaan saya gak tenang dan langsung kebersit..wah saya harus nyuci perlengkapan pumping dan botol yang mau saya bawa ke rumah sakit kalau saya lahiran nanti. Beneran ternyata, selesai nyuci botol, tinggal rebus botol dan alat pumping, saya berasa mules. Saat saya buang air kecil, ehh ternyata keluar flek darah segar.

Langsung saja saya panggil suami dan memintanya untuk membantu saya siap-siap pergi ke rumah sakit. Soalnya, waktu senam hamil dikasih tahu kalau keluar flek, lebih baik langsung ke rumah sakit. Sebentar saja kami sudah siap berangkat, apalagi tas bawaan buat melahirkan memang sudah disiapkan dari umur kandungan 32 minggu. Nah pas di jalan ke rumah sakit lah, saya berasa mulai kontraksi setiap 15 menit.

Saat itu hari minggu, RS Puri Cinere pelayanan umumnya tutup, apalagi waktu itu masih sekitar jam setengah 7 pagi. Kami langsung menuju ruangan perawatan persalinan. Baru sampe didepannya aja langsung disambut oleh satpam lalu diantarkan ke dalam ruangan, terus sampe dalem, bidan langsung menyambut dengan ramah. Wah ternyata pelayanan persalinan di Rumah Sakit Puri Cinere oke lhoo.

Kemudian saya diperiksa untuk diketahui apa kontraksi yg saya alami itu beneran kontraksi mau melahirkan atau hanya kontraksi palsu. Selain itu juga di cek dalam untuk mengetahui sudah bukaan atau belum. Ternyata bukaannya masih kecil sekali, jadi saya disuruh jalan-jalan dulu dan jam 1 siang diminta balik lagi untuk dicek ulang.

Okelah, jadilah kami ke Mall samping rumah sakit. Belanja camilan dan duduk ngobrol santai di foodcourt nunggu mall agak ramean. Nah pas itu lah, kontraksi udah berasa tiap 10 menit, tapi masih bisa buat jalan-jalan. Kami jalan-jalan keliling setiap lantai mall sampe jam 12 siang, hihi biar sekalian makan siang sampe jam 1 terus balik lagi ke rumah sakit.

Jam 1 kami pun sampe rumah sakit. Setelah diperiksa ulang, bidan konfirmasi via telpon ke dokter enny terkait hasil pemeriksaan saya. Dokter enny bilang ke saya kalau saya mendingan pulang dulu dan besok pagi periksa lagi ke dokter enny. Ohya sebenernya senin tanggal 21 Maret memang sudah dijadwalkan untuk periksa kandungan..jadi pas lah. Jadinya ya kami pulang dulu deh.

Sesampenya di rumah, kerjaan saya nungging-nungging senam hamil..hahha. Ohya saya juga booking untuk maternity photoshoot untuk malemnya. Sebenernya maunya foto minggu siang itu booking pagi, tapi berhubung ternyata paginya karena sudah keluar flek dan gak sempat..ya sudahlah..langsung saja booking untuk malemnya dengan dugaan saya masih kontraksi tiap 10 menit yg menurut saya sih rasanya masih bisa untuk aktifitas.

Ternyata oh ternyata, jam 5 sore, kok ya mules banget dan tiba-tiba kontraksi sudah setiap 5 menit. Saya sudah mulai meringis-ringis nahan mules parah. Suami pun konsultasi ke bidan Puri Cinere via telepon apa saya langsung ke rumah sakit atau apa mendingan di rumah saja dulu. Tapi karena saya sudah berasa banget mulesnya..ya jadilah kami langsung ke rumah sakit saja. Gak jadi deh maternity photoshoot.

Sesampainya di rumah sakit sudah jam 7 malem dan ternyata saya sudah bukaan 2, tapi katanya sudah tipis, kepala dedek sudah di bawah banget. Pantesan mulesnya berasa banget dan kontraksinya sudah setiap 2 menit. Padahal katanya kalau kebanyakan orang, bukaan 2 itu masih bisa buat jalan-jalan. Saya mah gak kuat, berdiri saja rasanya sudah mules semules-mulesnya.

Semalaman saya meringis-ringis kesakitan..hehhe dan saya nih manja banget..bentar-bentar minta suami manggilin bidan untuk cek dalam sudah bukaan berapa. Padahal mah bukaan tetep masih bukaan 2..dan biasanya baru dicek lagi setelah 4 jam. Tapi Ya Allah..beneran rasanya itu..sudah kayak gak tahan saya mulesnya..sampe pipis saja gak bisa. Jadilah saya rewel tetep minta dicek setiap 2 jam. Saya gak bisa tidur, suami pun gak bisa tidur jadinya, dibangunin sama saya terus untuk manggil bidan =D. Kalau kata suami, saya ini tiap 2 jam manggil bidan buat diceramahin disemangatin.. "ibu yang sabar yaa..memang begitu sakitnya..perjuangan seorang ibu..jadi semangat ya ibu, pokoknya kalau lahiran normal itu enak nantinya..jadi ibu yang sabar dan semangat yaa" ya begitulah kira-kira..dan saya waktu itu sih cuma "iyah..iyah.." tapi tetep saja 2 jam kemudian saya minta dipanggilin bidan lagi dan nanya lagi.."sampe kapan bidan..bukaannya 2 terus?".Hahha.

Karena saya mengeluh gak bisa pipis tapi rasanya sudah sakit sekali, mules ditambah sakit karena gak bisa pipis, akhirnya saya pake kateter. Dan wow...saya bukaan 2 seperti itu semaleman lho..sampai jam 9 pagi begitu terus. Sampai akhirnya dokter saya pun datang memeriksa dan bilang kalau saya sudah bukaan hampir 3. Saya harus semangat dan sabar..pokoknya saya lahiran normal..gitu kata dokter saya. Huwaaa..masih bukaan 2..waktu itu saya sudah seperti hampir patah semangat untuk lahiran normal. Rasanya itu sudah mules semules-mulesnya soalnya.

Eh..gak lama setelah saya dibilangin untuk nungguin bukaan sampai lengkap dengan sabar..bidan dateng dan bilang ke saya diusahakan lahiran siang itu juga. Jadilah saya dibawa ke ruang persalinan. Saya diinfus dan diberi obat untuk merangsang pembukaan jalan lahir..karena kondisinya saat itu..posisi kepala dedek sudah tipis banget dengan jalan lahir..tapi pintu jalan lahirnya gak nambah-nambah bukaannya..tetep di bukaan 2. Pokoknya sekitar 1 jam prosesnya, saya sampai juga di bukaan 8, nah pas bukaan 8 ini air ketuban dipecahin. Setelahnya saya sudah mulai berasa gak tahan untuk gak mengejan. Berkali-kali para bidan mengingatkan saya untuk atur nafas dan gak boleh mengejan sampai bukaan lengkap, gak baik untuk saya dan dedek soalnya kalau saya mengejan sebelum bukaan lengkap. Suami pun selalu membantu mengingatkan saya untuk mengatur nafas. Tapi sekali dua kali ada kayaknya saya gak tahan mengejan, padahal mah saya sudah polpolan nahan untuk gak ngejan.

Pas bukaan 10, dokter enny sudah ada di ruang bersalin, dan semuanya sudah siap-siap untuk membantu saya melahirkan. Saya sudah boleh mengejan dengan mengikuti aba-aba dari dokter. Kalau kata dokter dan para bidan, saya sih sudah bagus atur nafasnya..tapi ternyata cara mengejan saya yang salah. Saya mengejannya banyak di tenggorokan bukan di dalam perut. Walau sudah saya perbaiki cara mengejannya, tapi sudah lumayan lama saya mengejan dan dedek belum bisa keluar-keluar padahal rambut dedek sudah kelihatan, tinggal dikiiit lagiii katanya.

Sampai akhirnya saya sudah terlihat kelelahan dan dedek juga sudah kelamaan di jalan lahir, daripada dedek kehabisan oksigen, dokter memutuskan untuk memakai alat bantu vacum. Setelahnya, tepat pukul 11.28 WIB, Alhamdulillah dedek lahir dengan selamat, dengan suara tangisnya yang kenceng banget. Subhanallah wal Hamdulillah Allahuakbar... bahagia dan bersyukur luar biasa saya saat itu.

Dedek nan gemesin terlahir pada tanggal 21 Maret 2016 pukul 11.28 WIB dengan berat badan 3.5kg dan panjang 50cm kami beri nama Keinan. Baby Kei yg sukanya uget-uget gemesin dan kalau nyusu berisik dengan suaranya yang lirih tapi cute dan lucunya lagi, teriak kalau nguap..hihihi.

Alhamdulillah..itulah cerita saya mengenang kelahiran baby kei yang merupakan pengalaman pertama yang luar biasaaa. Salah satu anugerah terindah dari-Nya.

Wassalamualaikum wr wb.


Kamis, 21 April 2016

Selamat Datang Cinta

21 Maret 2016, 11.28 WIB

cinta..
akhirnya kamu hadir dalam hidupku
sebagai anugerah terindah dariNya
sebagai nikmat yang pasti tak dapat didustakan
sebagai bukti kasih sayangNya kepadaku
sebagai bukti pengabulan doaku dari Sang Maha Kuasa yang Maha Mendengar Doa
sebagai titipanNya yang harus kurawat, kujaga dan kudidik dengan segala upaya terbaikku
Sebagai sosok yang membuatku jatuh cinta sejak dulu..sejak kamu masih dalam anganku
dan sebagai harapan untuk meraih yang terbaik untukmu cinta...

tahukah kamu cinta..
kamu harapanku dari dulu
harapan yang akan memotivasiku untuk menjadi seseorang yang lebih baik
harapan yang akan membuatku bertahan dan berjuang untuk segala yang terbaik
harapan yang semoga akan lebih mendekatkanku kepadaNya
harapan yang akan membuatku tak pernah berhenti belajar dan berusaha

cinta
tak sedikitpun terpikir harapan untuk mendapat balas jasa darimu
tapi begitu besar harapanku untuk kesehatanmu, keselamatanmu, perlindungan untukmu, kebaikanmu, kesuksesanmu, sikap sopan dan sholehmu, taatmu kepadaNya, kehidupanmu yang bermanfaat, dan segala yang terbaik untukmu
begitu besar harapanku untuk keselamatanmu dunia dan akhirat

cinta
begitu besar rasa sayang ini kepadamu
air mata pun jatuh ketika mata ini menatapmu dengan terharu..
ya..hanya dengan menatap sosok imutmu dengan wajah yg tak berdosa..aku pun dapat menangis terharu
menangis bahagia cinta...
bahagia dan bersyukur akan hadirmu

cinta..
semoga kamu tumbuh dan berkembang dengan sehat dan sempurna
menjadi seseorang yang taat kepada Allah
menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada kedua orangtua
menjadi seseorang yg Allah mudahkan rezekimu dan jodohmu
menjadi seseorang yang bermanfaat bagi umat
tumbuh cerdas dan meraih kesuksesan
dilimpahkan rezeki halal dan penuh berkah yang diiringi dengan kedermawananmu
pandai menyambung dan menjaga tali silaturahmi
kelak dapat menjadi imam yang sholeh bagi istri dan anak2mu
dan semoga Allah selalu berikan perlindungan dan keselamatan dunia akhirat
Aamiin

cinta..itulah doaku selalu untukmu
semoga Allah mengabulkannya
Aamiin

cinta..
Baby Kei..
Bubu dan Ayah sayang kamu dek <3

Rabu, 03 Februari 2016

My Wedding Package


Satu tahun hampir tiga bulan pernikahan terlewati sudah. Rasanya bagaimana? hehhe..jawaban saya satu: bersyukur. Bagaimana tidak bersyukur, kalau setiap pagi saya membuka mata, saya sadari saya masih diberikan kehidupan apalagi saya juga tidak sendiri. Ada sesosok suami yang baik hati dan bertanggung jawab, memperlakukan saya dengan baik, romantis malahan. Lalu sehari-hari siang dan malam saya ditemani dan diperhatikan suami. Permasalahan rumah tangga pun Alhamdulillah bisa terjalani dengan baik.

But the way, bukan betapa bahagianya pernikahan kami yang akan saya ceritakan, tapi tentang review persiapan pernikahan kami. Sebenarnya sudah lama banget saya ingin menulisnya, tapi baru bisa kali ini. Semoga saja bisa membantu memberikan referensi bagi pembaca. Ok langsung mulai satu per satu yaaa..

Lamaran
Kebutuhan lamaran harus dibuat list dulu, kalau perlu list dengan prioritasnya. Jangan sampai seperti saya yang hanya mendaftar kebutuhan tapi kurang memperhatikan prioritasnya. Buktinya ada beberapa barang seserahan yang kurang terpakai oleh saya. Kebetulan seserahan yang banyak diberikan saat lamaran, jadi saat akad nanti seserahannya hanya seserahan mas kawin saja.

Kebutuhan lamaran saya meliputi kebutuhan makanan untuk jamuan saat lamaran, kebutuhan seserahan, dan kebutuhan untuk saat acara (pembawa acara). Nah kebutuhan seserahanlah yang paling banyak dan lumayan perlu spare waktu dan biaya. Hampir setiap weekend atau pulang kerja, kami jalan untuk nyari barang-barang untuk seserahan.
- Keranjang seserahan kami beli di Cikini, di toko-toko pinggir jalan dekat Stasiun Cikini. Ohya ternyata di Pasar Jatinegara lebih lengkap lho. Waktu itu kami belum tahu klo di Pasar Jatinegara lebih lengkap, jadinya kami beli di Cikini deh.
- Seserahan berupa kain dan pakaian (termasuk jilbab dan mukena), kami beli di Pasar Baru, Gandaria City, dan Thamrin City.
- Seserahan berupa kosmetik dan perlengkapan mandi, kami beli di Gandaria City.
- Seserahan berupa perhiasan, kami beli di Cikini Gold Centre.

Pokoknya waktu dan biaya yang dihabiskan untuk kebutuhan lamaran lumayan besar bagi kami.

Gedung Pernikahan
Target gedung pernikahan kami adalah gedung-gedung pernikahan sekitar Jakarta Selatan, kalau bisa yang dekat dari Kebayoran Lama. Jadilah kami nanya-nanya harga Gedung Pertamina Simprug, Masjid Pondok Indah, dan Gedung Selapa Polri. Gedung Pertamina Simprug saat itu (tahun 2014) biaya sewanya sekitar 11juta, tapi charge catering di gedung Pertamina Simprug lebih mahal daripada kebanyakan gedung-gedung lainnya. Masjid Pondok Indah untuk akad dan resepsi, biaya sewanya sekitar 9,5juta. Nah, kalau edung Selapa Polri biaya sewanya sekitar 8,5juta. Mempertimbangkan budget, jarak dan tempat parkir, kami akhirnya memilih Gedung Selapa Polri. Kebetulan ada beberapa tanggal yang masih kosong dan dapat kami booked.


Mas Kawin
Perhiasan mas kawin kami beli di Cikini Gold Centre. Sedangkan, perlengkapan sholat kami beli di Thamrin City.

Souvenir
Souvenir kami beli di Pasar Jatinegara. Banyak pilihan lho di Pasar Jatinegara.

Catering
Perjuangan mencari catering ini lho yang luar biasa, hihihi. Setiap Sabtu Minggu, saya dan indra keliling Jakarta untuk test food. Mulai dari test food Catering Puspita Sawargi, Chikal Primarasa, Wifa Catering, Tunas Catering, Nabila Catering dan beberapa catering yang saya lupa namanya karena menurut kami kurang mengena dari harga dan rasa, jadi gak terlalu diinget deh. Ada beberapa catering juga yang saya telpon marketingnya untuk minta pricelistnya seperti DTC dan Kiki Catering, tapi melihat price listnya yang di atas budget kami, jadinya kami gak berniat untuk test food DTC dan Kiki Catering deh.

Catering Puspita Sawargi menurut kami makanannya enak tapi harganya di atas budget kami. Chikal Primarasa harganya terjangkau tapi rasanya terlalu biasa menurut kami. Tunas Catering zupa soupnya enak banget, tapi makanan lainnya biasa. Harganya terjangkau sih, tapi agak mahal untuk rasanya yang menurut kami biasa. Wifa Catering ini nih, yang bikin saya jatuh cinta dengan makanannya. Makanannya enak banget, tapi sayangnya harganya di atas budget kami. Tapi kalau dibandingkan Puspita Sawargi, Wifa Catering ini jauh lebih oke lhooo, dari segi harga maupun rasa..menurut kami yaa. Tapi karena pertimbangan budget dan kesesuai harga dan rasa, akhirnya kami memilih Nabila Catering.

Paket pernikahan yang ditawarkan Nabila Catering lengkap banget. Enak banget buat pasangan seperti kami yang ngurus sendiri dalam waktu yang singkat. Paketnya mulai dari gedung, catering makananan, undangan, dekorasi gedung, pembawa acara, tata rias, pakaian pengantin, seragam keluarga, among tamu, dan penerima tamu, hiburan (band pengiring), fotografer, tarian pengiring, dan bonusnya foto prewedding. Lengkap pokoknya, kami bayar semuanya sekaligus ke Nabila Catering. Tapi karena kami gak pake WO, jadinya untuk memilih setiap bagian paketannya, ya kami datangi sendiri setiap penyedianya yang bekerja sama dengan Nabila Catering. Ohya, rasa makanannya Nabila Catering enak menurut kami, dan sesuai dengan harga yang ditawarkan.

Undangan
Rekanan Nabila Catering untuk undangan hanya satu, namanya Regita Printing. Regita Printing ada di Pasar Tebet. Pasar Tebet ini terkenal untuk percetakan undangan. Banyak pilihan dan harganya juga terjangkau. Tapi karena kami sudah ambil paket Nabila Catering, jadinya kami langsung menuju Regita Printing.

Tata Rias dan Pakaian
Kami hanya mengunjungi dua rekanan Nabila Catering. Rumah Manten Veni Rahman dan Sanggar Ine Andriane. Rumah Manten Veni Rahman ada di Percetakan Negara Jakarta Pusat. Pilihan baju resepsinya banyak..dan banyak juga yang baru. Tapi dari sekian banyak, justru baju warna biru stok lama yang menurut indra paling cocok untuk saya. Hehe..pakai baju biru itu saya terlihat gak terlalu gendut (maklum pas mendekati nikah, berat badan saya malah bertambah). Nah kalau Sanggar Ine Andriane ada di Rawamangun Jakarta Timur. Baju-baju di Sanggar ini lebih cocok untuk yang mau pake adat Palembang menurut saya. Dominan warna merah dan emas. Ohya pemiliknya ini adeknya pemilik Rumah Manten Veni Rahman lho. Ohya untuk pakaian akad, jujur ya..di dua sanggar itu baju untuk akadnya kurang oke dan kurang banyak pilihannya.

Mempertimbangkan kecocokan baju resepsi dan tema pernikahan kami tema Nasional gak pake adat, jadinya kami memilih Rumah Manten Veni Rahman untuk baju resepsi dan akad. Kami gak mau repot ambil baju resepsi dan akad di tempat berbeda. Kami ambil baju pengantin dan seragam di Veni Rahman. Untuk tata rias, saya minta mba fia untuk periasnya (Kalo minta mba veni rahmannya kena charge lagi sekitar 3juta). Berdasarkan cerita teman-teman, hasil tata rias pengantin saya bagus lho.

Dekorasi
Kami gak terlalu ribet ngurus dekorasi. Jadinya ya kami milih-milih saja dari contoh dekorasi yang ada.


Fotografi
Hasil foto dari paketan Nabila Catering kurang oke menurut saya, tapi gakpapa lah, kami kan gak mau repot. Kalau yang menekankan foto-foto pernikahannya harus bagus, mendingan nyari jasa fotografi yang lain.

Foto prewedding
Lokasi foto kami di TMII. Hasil foto prewed kami sebenernya juga kurang oke. Maklum, ini bonus. Tapi kamin seneng kok, ini pencapaian lebih bagi kami yang gak pernah meniatkan untuk foto prewedding :)

Nah, kurang lebih itulah persiapan dan paket pernikahan kami. Semuanya selesai dalam waktu 4 bulan. Hmmm..kemana-mana ngurus ini itu berdua..pokoknya seru banget!!!, perjuangan dan pengorbanan tenaga, waktu dan biayanya menjadi kenangan indah bagi kami.

Jumat, 09 Oktober 2015

Tanda-tanda Awal Kehamilan Saya


Biasanya, para wanita yang sudah mendamba seorang anak hadir dalam pernikahannya penasaran nih tentang apa saja sih tanda-tanda yang bisa mengindikasikan bahwa dirinya hamil. Tanda-tanda yang jelas sih berupa testpack positif dan telat menstruasi. Tapi pada umumnya banyak lho gejala-gejala yang dialami tubuh yang bisa mengindikasikan bahwa kita sedang hamil. Hanya saja hal ini gak berlaku general, karena banyak juga para wanita yang baru mengetahui bahwa dirinya hamil setelah usia kandungan 2 bulan, 3 bulan, atau bahkan 4 bulan. Setiap wanita memiliki kondisi yang berbeda tentunya.

Bagaimana dengan saya? saya ini termasuk yang mengalami banyak gejala saat awal kehamilan. Makanya saya mulai curiga kalau saya hamil sekitar 2 minggu setelah menstruasi terakhir, padahal waktu itu jauh sebelum saya telat menstruasi berikutnya. Lalu apa saja gejala-gejala yang bisa menjadi tanda-tanda awal kehamilan saya?. Nah, dibawah ini saya uraikan satu persatu sebagai berikut:

Perubahan Bentuk Tubuh
Tidak semua orang bisa dengan mudah mengenali perubahan di setiap bagian tubuhnya. Nah, kebetulan saya ini memiliki bagian tubuh yang biasanya ukuran dan bentuknya stabil, yaitu pinggang. Terbukti dengan pola makan saya yang stabil banyak :D dan kuantitas olahraga yang naik turun, rata-rata ukuran dan bentuk pinggang saya ya segitu-segitu saja, biasanya perut yang berubah-ubah. Nah, sekitar hampir 2 minggu setelah mentruasi terakhir saya, saya merasa pinggang saya melebar melebihi rata-rata biasanya. Hohhooo..sempet was-was..takut saya ini melebar tak terkendali karena saya ini sudah sangat jarang berolahraga dan pastinya perlu effort lebih keras untuk mengecilkan si pinggang lagi. Tapi trus saya perhatikan lagi, perubahan ini berbeda. Pinggang saya tidak hanya melebar tapi juga maju dan hampir menyatu dengan bertambah gendutnya perut saya. Entah kenapa waktu itu seperti dapat firasat kalau ini gendut hamil..hehehehe.

Mual dan Muntah
Kemudian gejala yang saya alami adalah munculnya perasaan mual setiap malam yang berakhir dengan muntah. Mual muntah ini saya alami setiap sore atau malam. Awalnya sih saya masih mikir ini palingan karena saya salah makan, bukan pertama kalinya soalnya saya mual dan muntah karena salah makan (terlalu asam atau terlalu pedas). Tapi karena terjadi hampir setiap sore atau malam sedangkan saya merasa makanan yang saya konsumsi baik-baik saja, ya akhirnya hal ini menguatkan firasat saya kalau saya hamil.

Stamina menurun
Saya ini termasuk perempuan yang kuat lho..hehe menurut saya sih. Saya ini bisa berlari 3 putaran lapangan tanpa berhenti, menaiki tangga 15 lantai dengan napas yang masih normal (gak ngos-ngosan), dan pulang pergi Jakarta Depok dengan motor kemudian sampe rumah saya kadang langsung memasak tanpa istirahat terlebih dahulu. Hehhe..kepedean ya. Tapi serius, saya merasa jauh lebih kuat dibandingkan saat-saat saya mulai mual muntah itu. Entahlah, sejak bermunculan gejala-gejala yang gak biasanya, badan saya juga mudah sekali lelah. Bahkan baru nyuci piring sebentar, saya sudah kelelahan. Pulang kantor sesampai rumah, saya tidak kuat lagi untuk memasak. Padahal, pola makan dan aktifitas saya cenderung stabil. Pokoknya, saya merasa ada yang berbeda dengan tubuh saya.

Nyeri Payudara
Gejala yang satu ini sebenernya biasa menurut saya, karena biasanya pramenstruasi juga diawali dengan payudara yang agak sakit atau lebih sensitif. Hanya saja, nyeri payudara saat awal hamil benar-benar lebih sensitif dan lebih sakit. Pokoknya beda dengan biasanya.

Suhu Basal Tubuh Meningkat
Suhu basal tubuh itu adalah suhu terendah yang dicapai tubuh selama istirahat, dalam keadaan tidur. Pengukuran suhu basal dilakukan pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. Nah, waktu itu suhu tubuh saya jadi konsisten lebih tinggi. Kalau kata suami saya, badan saya hangat seperti lagi flu atau demam. Padahal saya sehat-sehat saja, tidak sakit. Sampai sekarang saja, sekarang saya sudah hamil 14 minggu, saya merasa badan saya hangat.

Moody
Yang satu ini nih..berasa banget. Inget banget, suatu waktu tiba-tiba saya mengalami yang namanya pengen banget makan martabak, padahal suami saya lagi capek males keluar rumah, tapi saya tetep merengek minta dibeliin martabak. hehhe. Lalu, saat kami makan makanan sunda, yang biasanya saya si pecinta lalapan pasti makan lalapan, eh waktu itu boro-boro makan lalapan, melihatnya saja saya malas..ckckckck (maapkeun saya lalapan... ^^ hehhe). Yah, pokoknya saya moody banget dalam selera makanan. tiba-tiba pengen makan ini itu, atau tiba-tiba gak doyan makanan ini itu. Tidak hanya moody dalam hal selera makanan lho, dalam hal emosi juga. Saya ini jadi sensitif sekali. Kesinggung dikit saja, rasanya kesel. hehehe.

Jerawat
Tidak semua wanita yang hamil berjerawat. Ada wanita hamil yang justru wajahnya semakin cerah dan bersih. Nah, saya ini termasuk yang jerawatan. Saat awal hamil, saya heran dengan wajah saya yang kian hari bermunculan jerawat. Gatal lagi..hmmm pokoknya bikin tangan saya gak tahan untuk garuk dan iseng mencet-mencet si jerawat. Uniknya jerawat-jerawat saya tidak kunjung menghilang, malahan kian hari bertambah banyak. Padahal biasanya saya jerawatan satu atau dua saja saat menjelang menstruasi dan itupun lamanya palingan satu minggu, setelah itu jerawat hilang dengan sendirinya.

Leher gatal
Ini nih gejala yang bikin saya tidak berhenti garuk-garuk leher. Leher depan saya gatal sekali. Apalagi kalau malam menjelang tidur, gatalnya tidak tertahankan. Saat itu sih, untuk mengurangi rasa gatalnya saya olesin minyak kayu putih dan saya gosok-gosok pake tangan alih-alih saya garuk pake kuku.

Hasil Test pack Positif
Berawal dari gejala-gejala di atas, sekitar 3 minggu setelah menstruasi terkahir, dan karena penasaran pake banget, saya beli lah alat test pack. Hasilnya dua garis, garis yang satu jelas dan garis satunya lagi samar. Dengan hasil test pack samar seperti itu saya dan suami tidak bisa langsung menyimpulkan kalau saya ini benar-benar hamil. Kemudian saya browsing internet dan tanya beberapa teman yang sudah pernah hamil sebelumnya, ternyata memang testpack di awal kehamilan seringnya memiliki hasil satu garis jelas dan satu garis samar. Seiring bertambahnya usia kandungan, dua garis nyata akan terlihat pada alat testpack. Nah, semakin optimislah saya kalau saya ini hamil.

Nah gejala-gejala di atas yang menjadi tanda-tanda awal kehamilan saya. Dengan menyadari gejala-gejala di atas, saya optimis sekali kalau saya ini hamil. Tapi yang pasti, setelah terlambat menstruasi berikutnya saya langsung cek ke dokter kandungan. Hehe..kata si dokter kandungan saya palingan baru berumur sekitar 4 minggu makanya belum terlihat. Yang terlihat hanyalah dinding rahim yang menebal. Saya diminta cek lagi sekitar 3 minggu berikutnya setelah test pack lagi untuk memastikan dua garis nyata dan terlihat jelas. Kemudian, sekitar 3 minggu setelahnya saya periksa lagi deh ke dokter kandungan (dokter yang berbeda), dan hasilnya janinnya sudah terlihat dan detak jantungnya juga ada. Alhamdulillah, senang sekali saya dan suami.

Semoga dedek tumbuh dan berkembang dengan sehat dan sempurna..Aamiin